Memberi Tidak Menyebabkan Kekurangan

Wanita itu lalu pergi dan berbuat seperti yang dikatakan Elia. Maka terjadilah demikian, tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia” (1Raj 17: 13-16).

Dari kisah suci ini, ada dua pikiran yang berguna bagi kita untuk direnungkan.

1). Tuhan Tetap Memelihara Manusia

Dalam kisah di atas, Sungai Kerit menjadi kering, sebab hujan tidak turun-turun di negeri itu. Maka terjadilah kelaparan di sana. Seorang janda dengan seorang anaknya tidak memiliki roti sedikit pun. Pada mereka hanya ada segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sesudah tepung dan minyak itu habis, mereka terancam akan mati.

Tetapi kenyataannya, segenggam tepung yang sisa itu tidak habis-habis dan sedikit minyak dalam buli-buli itu juga tidak berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas bumi.

Dari peristiwa itu, kita melihat adanya penyelenggaran Tuhan atas hidup manusia. Dalam keadaan paling sulit dan paling mencemaskan, Tuhan tetap memelihara dan melindungi manusia. Dia tidak akan membiarkan manusia mati kelaparan, tetapi selalu menyediakan secukupnya dan menyelenggarakan pada waktunya apa saja yang diperlukan agar kita manusia tetap hidup.

Dalam hal ini, patutlah kita merenungkan dan menghayati sabda Tuhan ini. “Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu” (Mat 6: 25-26).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel