Kondisi permasalahan tersebut membutuhkan upaya untuk tetap bangkit membangun kesejahteraan psikologis agar hidup lebih bermakna. Sumber makna hidup dapat diperoleh dari nilai-nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan dan nilai nilai bersikap.
Lansia dapat menghayati hidup agar tercapai kesejahteraan psikologis dengan berusaha memahami diri, memaknai diri, mengubah sikap ke arah yang lebih baik, berkomitmen terhadap diri sendiri untuk berupaya menjadi lebih baik, melakukan kegiatan yang terarah. Selain yang bersumber pada diri sendiri, ada hal lainnya yang mendukung yaitu dukungan sosial. Lansia membutuhkan dukungan sosial dari lingkungannya yang berasal dari anak, keluarga, saudara, teman, sahabat dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekitarnya.
Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh lansia agar kesejahteraan psikologisnya tetap terjaga:
1. Berani menerima segala kekurangan dan kelebihan diri
Setiap individu akan sangat sulit untuk menerima kekurangan diri, akan tetapi bagi individu yang berhasil menerima kekurangan diri dengan baik maka akan tercipta pikiran yang tenang. Lansia tidak perlu memiliki keinginan yang berlebihan jika melakukan sesuatu. Asalkan dapat mengerjakannya dengan nyaman saja sudah cukup. Walaupun terkadang hasilnya kurang maksimal, tetapi ini merupakan hasil kerja diri sendiri. Inilah yang dikatakan sebagai cerminan dari menghargai diri sendiri.
2. Menjalin hubungan positif dengan sekitarnya
Menjalin hubungan yang positif akan memberikan lansia sebuah kebebasan untuk berekspresi dan tanpa beban. Komunikasi merupakan kunci dalam menjalin hubungan agar menjadi lebih positif. Jika hubungan yang positif sudah tercapai, lansia akan lebih tenang, lebih percaya diri, lebih sehat, dan lebih bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





