Mama Flo, Wanita Purba di Liang Bua Gemparkan Dunia

Mama Flo

“Karakteristik atau ciri tengkorak Homo floresiensis sangat mirip dengan penemuan fosil tengkorak Homo erectus di Dmanisi (Georgia, Asia Barat Laut) yang berumur sekitar 1,8 juta tahun yang lalu,” lanjutnya.

Bentuk pelipisnya memiliki kemiripan dengan menekuk ke dalam bagian belakang. Kecocokan pun ditemukan dengan fosil H. erectus awal, H. erectus dari Afrika, dan Pulau Jawa, dengan bagian rahang bawah.

Keunikannya, selain berukuran kecil, terlihat dari bentuk tulang paha yang lebih panjang dari lengan atas. Karakter ini memiliki persamaan dengan manusia tertua Lucy (Australopithecus afarensis) di Ethiopia dari 3,2 juta tahun silam. Artinya, walau mereka memiliki dua kaki untuk berjalan di atas tanah, tapi mereka sering menghabiskan waktunya dengan memanjat, urai Jatmiko.

Mama Flo, Antara Manusia Purba atau Modern

Kalangan ilmuwan lain justru menganggap Mama Flo sebenarnya manusia modern (Homo sapiens), seperti kita. Mereka mengalami kelainan fisik akibat patologi atau penyakit, sebagaimana yang diungkap Teuku Jacob, paleantropolog Universitas Gadjah Mada.

Bukan sembarang pendapat, hal itu didapati karena adanya tanda-tanda fisik seperti temuan keausan gigi dan pengerdilan. Jacob dan tim juga berpendapat manusia katai ini bukan kelompok pemburu, tapi sudah hidup bercocok tanam dan memelihara binatang seperti manusia modern.

“Namun asumsi dari kelompok ahli ini tampaknya harus dikaji ulang dan direvisi, karena mereka memandang sosok Homo floresiensis dari aspek anatomi fisik dan berdasar pada komparasi etnologi tanpa melihat konteks temuan tersebut dari kajian arkeolgis, geologis, maupun stratigrafis…” Jatmiko berpendapat.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

2 responses to “Mama Flo, Wanita Purba di Liang Bua Gemparkan Dunia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses