“Saya berharap agar kegiatan ini dapat mendorong terciptanya digital baru di Indonesia yang lebih berkualitas. Dan, siap dalam membantu mewujudkan Indonesia digital nation,” katanya.
Selain itu, Anggota Komisi l DPR RI selaku narasumber pertama, Kresna Dewanata Phrosakh dalam pemaparannya menjelaskan bahwa literasi digital ini harus pemuda yang menjadi penggerak. Secara inheren, mengerti bagaimana menggunakan teknologi-teknologi saat ini .
Menurut Kresna Dewanata, sebagai pemuda terus bergerak maju untuk bisa menjadi verifikator. Dan, juga bisa menjadi filter bagi masyarakat di Indonesia. Tentunya kami di Komisi l akan selalu mendukung kegiatan ini. Baik melalui anggaran maupun pengawasan dan terus mengajak para pemuda di Indonesia untuk lebih cakap digital juga bisa mengambil manfaat digital ini.
“Saya berharap para pemuda bisa menjadi etalase bagi bangsa ini melalui digital ini. Mungkin itu menjadi prolog dan bisa menjadi pemantik diskusi dalam memberikan input maupun output dari diskusi kita pada kegiatan ini,” tuturnya.
Wasekjen Bidang Pemenangan Pemilu DPP Nasdem, Jakfar Sidik selaku narasumber kedua. Dalam pemaparannya bahwa pemuda sebagai penggerak literasi digital itu memiliki beberapa hal yang harus dimiliki sebelumnya, yakni keberanian.
Generasi digital yang egaliter yang sifatnya terbuka, spontan, langsung kemudian juga tanpa batas. Maka keberaniannya lebih karena mereka bisa berdebat dengan siapapun tanpa memandang latar belakang siapa orang itu. Jadi, syarat keberanian dan pengetahuan sebagai syarat utama penggerak literasi digital.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

