Cepat, Lugas dan Berimbang

Kolonel Simon Petrus Kamlasi dan Sejarah patung Jokowi di NTT

Kilas Balik Patung Jokowi di NTT

Menukil pemberitaan kompas.com, Kepala Seksi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten TTS El Njukambani mengungkapkan, pembuatan dan peletakkan patung Jokowi di puncak Gunung Sunu merupakan keinginan masyarakat desa.

Menurut El, patung tersebut memiliki berat 700 kilogram dengan tinggi 3,5 meter itu. Untuk mengarak patung Jokowi, warga membutuhkan waktu 4,5 jam sampai puncak.

El mengatakan, patung Jokowi mulai diarak ke puncak gunung Sunu yang memiliki ketinggian 1.074 meter di atas permukaan laut pada 10 November 2021.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk penghargaan dari masyarakat Sunu terhadap Presiden Jokowi karena pada saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan pada 2020 lalu, Pak Jokowi mengenakan busana adat mereka,” ujar El dikutip dari Kompas.com (14/11/2021).

Patung itu dibuat di Bali beberapa bulan sebelumnya. Namun, nama seniman atau pembuat patung tersebut tidak disebutkan.

Peletakan pertama pembangunan patung itu telah dilaksanakan sebelumnya oleh Bupati TTU Epy Tahun pada 30 Oktober 2021.

Patung yang terbuat dari campuran beton itu lantas dikirimkan ke NTT menggunakan kapal.

Pembangunan patung merupakan inisiatif dari Aslog Kasdam IX Udayana, Kolonel Simon Kamlasi putra asli Asmanatun.

Ibu kandung Kolonel Simon Kamlasi, Janse Halena Kamlasi Aploegi mengatakan Gunung Sunu dipilih sebagai lokasi peletakkan patung karena memiliki letak strategis dan memiliki nilai sejarah budaya.

El menyebut, warga membangun jalan di gunung yang memiliki jalur pendakian terjal tersebut sebelum mengarak patung. Warga berharap patung Jokowi ini dapat menjadi tempat wisata di Gunung Sunu.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN