Tag: Kabupaten TTS

  • Dinyatakan Meninggal Sejak 2021, Pria di NTT ini Ternyata Masih Hidup

    infopertama.com – Yohanes Tamonob (38), seorang pria di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah tiga tahun dinyatakan meninggal dunia. Padahal, Yohanes masih hidup dan saat ini dalam keadaan sehat.

    Ikhwal Yohanes Tamanob dinyatakan meninggal berawal ketika Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) TTS mengeluarkan akta kematian dengan keterangan dia meninggal pada 2021. Tindakan Disdukcapil itu didasari laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTS.

    Saat ini, Yohanes mengadukan kasus itu ke KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kupang lantaran hak pilihnya terancam. Dia juga melapor ke Polres TTS.

    Status meninggal itu juga membuat Yohanes kesulitan mengurus administrasi. Salah satunya berimbas pada kartu BPJS Kesehatan miliknya yang dinonaktifkan.

    “Saya datang ke Kantor KPU dan Bawaslu NTT, mau cek data saya telah meninggal dunia. Namun masih tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ujar Yohanes di Kupang, Senin (7/10/2024) menukil detikBali.

    Yohanes mengaku baru mengetahui statusnya dinyatakan meninggal saat memeriksakan anaknya di salah satu Puskesmas. Saat itu, kartu BPJS miliknya dinyatakan tidak aktif.

    “Saya kaget karena berimbas pada Kartu BPJS nya yang telah dinonaktifkan dengan keterangan meninggal dunia. Dari kejadian ini saya mendatangi kantor KPU dan Bawaslu NTT, untuk mempertanyakan status memilih,” keluh Yohanes Tamanob.

    Dia ke kantor KPU dan Bawaslu dengan membawa sejumlah dokumen. Antara lain, akta kematian, kartu BPJS yang dinonaktifkan, serta surat keterangan telah meninggal dunia.

    Laman: 1 2 3

  • Kolonel Simon Petrus Kamlasi dan Sejarah patung Jokowi di NTT

    Ruteng, infopertama.com – Kasrem Wirasakti 612 Kupang, NTT, Letnan kolonel (Cpl) Simon Petrus Kamlasi atau SPK merupakan putra daerah Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengungkapkan dirinya sebagai seniman di balik Patung Jokowi yang berdiri tegak di Gunung Sunu, pada 2021 lalu.

    Orang nomor 2 di TNI AD NTT itu menyampaikan hal ini di Ruteng, Manggarai saat giat Bina Komunikasi (Binkom) cegah konflik Sosial di wilayah Kodim 1612 Manggarai.

    Kolonel Simon Petrus Kamlasi menyampaikan hal itu saat memperkenalkan dirinya di hadapan ratusan peserta Binkom yang datang dari berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan paran insan pers.

    “Bapa ibu mungkin masih ingat, beberapa tahun lalu di TTS, ada prosesi perarakan Patuh Jokowi ke puncak gunung Sunu. Itu adalah kampung saya, saya orang TTS. Kala itu tidak banyak orang yang tau siapa seniman di balik Patung Jokowi, itu adalah saya, Simon Petrus.” Ungkapnya sembari tersenyum dan mengundang decak kagum hadirin atas sosok SPK yang punya banyak keahlian.

    Kolonel Simon Petrus Kamlasi

    Ia mengatakan, ketika Patung Jokowi itu viral, dirinya tidak mau muncul karena tidak mau menjadi sorotan. “Tapi sekarang, saya tidak mau lagi, saya harus katakan sayalah seniman di balik patung Jokowi di Gunung Sunu.” Ungkap Kolonel Simon Petrus Kamlasi disambut aplaus hadirin yang memadati MCC Ruteng.

    Ketahui, selain sebagai seniman Patung Jokowi di Gunung Sunu, SPK juga ternyata sebagai salah satu yang terlibat penuh dalam munculnya kendaran taktis (Rantis) Komodo yang menjadi kebanggaan Indonesia. Dan, satu lagi, amphibi yang menjadi karyanya 100% yang kekinian dilirik banyak negara tetangga.

    Laman: 1 2 3

  • Kolonel Kamlasi Minta Masyarakat desa Ajaobaki untuk Terus Merawat Pompa Hidram

    So’e, infopertama.comKasrem 161/Wira Sakti Kupang Kolonel Simon Petrus Kamlasi mengunjungi Desa Ajaobaki, Kab. Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu, 6 April 2024.

    Kunjung Kolonel Simon Kamlasi guna meninjau manfaat dan mengevaluasi penggunaan pompa Hidram pemberiannya di desa Ajaobaki beberapa waktu lalu.

    Menyambut kunjungan tersebut, masyarakat setempat mengadakan Natoni dan pengalungan selendang sebagai tanda kehormatan terhadap tamu penting.

    “Saya datang ini untuk melihat kembali pompa – pompa yang kita berikan. Sehingga ketika ada yang rusak atau ada kebutuhan lain dari masyarakat kita bantu untuk dikembangkan,” ujar kolonel Simon kepada awak media.

    Bagi kolonel Simon, Momen yang berkesan dalam kunjungannya tersebut, ia melihat langsung pemanfaatan pompa Hidram oleh masyarakat Desa Ajaobaki dan kelompok Tani Mekar serta Kelompok Tani Kunibisnaen untuk kebun sayur mereka.

    “Saya hari ini bahagia sekali karena Pompa Hidram yang saya kasih tiga tahun lalu ternyata masih ada. Bahkan, di luar dugaan saya ada 2 sampai 3 hektare lahan pertanian yang masyarakat buat untuk menanam sayur, cabe dan lain-lain. Dan, itulah yang membuat saya untuk meneruskan program ini dan saya akan lakukan di mana-mana,” terangnya.

    Selain mengamati perkembangan tersebut, Kolonel Kamlasi mengingatkan pentingnya perawatan dan pemeliharaan Pompa Hidram agar bisa terus berfungsi dengan baik. Permintaan itu tidak hanya ditujukan kepada Babinsa setempat tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari proyek ini.

    Sementara itu, Kepala Desa Ajaobaki, Obed Kase, menyampaikan terima kasihnya kepada Kasrem 161/Wira Sakti Kupang atas bantuan yang telah mereka peroleh.

    Laman: 1 2

  • Tony Fobia Pemuda TTS Hamili 4 Wanita, Dua di antaranya masih Anak-Anak

    Soe, infopertama.com – Bejat, itu mungkin kata yang pas buat Tony Fobia (24), seorang warga Nenas, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana tidak, Tony Fobia kabarnya telah memerkosa hingga hamil empat wanita sekaligus.

    Dua wanita korban Tony Fobia bahkan masih berstatus anak. Sehingga para pihak mengadukan pelaku ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS.

    Salah satu wanita berinisial A (19) saat di kantor Dinas P3A Kabupaten TTS menceritakan pertama kali dsetubuhi oleh Tony pada Februari 2022 lalu. Saat itu, Tony mengancamnya dengan sebilah parang.

    Pelaku Tony mengancam akan menghabisi nyawanya, jika dia melawan. Korban yang ketakutan terpaksa pasrah di hadapan Tony.

    “Dia (Tony) datang ke rumah saat rumah dalam keadaan sepi. Bapak, mama ada ke kebun dan saya sendirian di rumah. Dia ancam saya pakai parang, kalau berani melawan dia bunuh,” kata korban A, Minggu (23/10).

    Kronologi Kasus Pemerkosaan Terbongkar

    Korban mengakui kalau berulang kali diperkosa Tony hingga akhirnya hamil. Setiap kali melakukan aksinya, Tony selalu mengancam akan menghabisi nyawanya jika melawan.

    Aksi Tony baru terungkap setelah kedua orang tua korban curiga dengan perubahan yang terjadi pada perut anak mereka. Saat itu, perut korban semakin membesar dan terlihat seperti orang hamil.

    Setelah didesak, akhirnya korban menceritakan semua yang dia alami kepada kedua orang tuanya. “Dia selalu ancam saya, kalau melawan atau lapor orang tua, dia akan bunuh saya. Itu yang buat saya takut lapor orang tua. “Dia tidak ada kerja, setiap hari hanya jalan sana sini,” cerita korban A.

    Laman: 1 2