Kita Juga Orang Yang Berpunya, Bung!

Tetapi…

Bukan kah sesedikit dan sekecil apapun, kita pasti miliki sesuatu? Setiap kita adalah insan yang terberkati dan berpunya. Tuhan tak ‘melepaskan kita’ di ziarah hidup dalam ketiadaan dan kekosongan! Adakah seseorang miliki semuanya dan segalanya? Dan sampai-sampai sesama yang lain sedikit pun ‘tak kebagian?’ Pasti tidak!

Membangun kebersamaan bisa berawal dari ‘memeluk diri sendiri yang kurang. Dan rendah hati mengakui kelebihan sesama serentak menerimanya sebagai anugerah! Atau juga di sisi lanjut, tuluslah untuk tunjukan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Setiap kita miliki sesuatu yang berbeda dan variatif. Dan itu mesti ditenun menjadi lembaran kekitaan yang kokoh dan bercitra.

Alkisah di suatu penglihatan, St Katarina dari Siena menangkap kata-kata Tuhan, “Aku tak mau menciptakan manusia seluruhnya sama. Aku lebih suka menciptakannya berbeda. Agar biarlah mereka belajar mengakui dan saling membutuhkan.”

Tak perlu bermuram durja akan ‘sedikit yang kita miliki.’ Yang diperlukan hanyalah ‘rasa hati penuh syukur.’ Dan bertarunglah penuh perjuangan, tekun dan tanpa putus asa.

Biarlah sedikitnya kita perlu bikin heboh untuk ‘diri sendiri’ bahwa “kita juga orang.” Untuk tanamkan rasa ‘sombong yang sehat dan bisa berbusung dada dengan sedikit percaya diri.’ Memang, amatlah disayangkan sekiranya tampilan diri kita sekian kerdil dan kempes, sekali lagi, hanya karena mengintip-intip kelebihan orang. Atau kita beraksi-aksian hanya sebatas spirit redup sang paparazi yang diam-diam memotret sukacita dan spontanitas orang lain.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel