Kekuatan Bersama

Kekuatan Kehadiran Bersama

Waktu Paulus diseret keluar kota, tidak ada yang tahu apakah Paulus masih hidup atau sudah mati. Kalau dia sudah mati waktu dilempari dengan batu, maka jelas mukjizat terjadi atas dirinya sehingga dia bangkit lagi dan terus masuk kota untuk mewartakan Injil. Tetapi bisa saja dia masih hidup, meskipun dia amat menderita karena mengalami pelemparan batu dari banyak orang.

Entah terjadi mukjizat kebangkitan atau penyembuhan biasa, hal yang pasti adalah ‘murid-muridnya datang dan mengelilingi dia’ . ‘Murid-murid’ berarti banyak orang datang dan mengelilingi’ Paulus yang kondisinya lagi sekarat. Kehadiran banyak orang merupakan kekuatan besar dalam menghadapi penderitaan dan kesusahan. Dengan kehadiran banyak orang apalagi dengan bersama-sama berdoa atau berdoa bersama-sama, orang yang menderita benar-benar mendapat support atau dukungan yang besar dan kuat dalam hidupnya. Dia tidak merasa sepi sendirian, tetapi merasa didampingi di dalam penderitaan dan kesusahannya.

Keroyokan Membantu

Karena itu bila ada orang yang mengalami penderitaan dalam lingkungan kita atau dalam wilayah di luar lingkungan kita, hendaklah kita ramai-ramai datang dan hadir untuk memberi cinta dan perhatian serta untuk mengungkapkan kepedulian dan komitmen kita. Kita harus ‘menyerbu’ orang itu dengan cinta dan perhatian. Kita harus ‘mengeroyok’ orang itu dengan kebaikan dan kepedulian kita. Kita dapat berdoa bersama-sama dan melakukan aksi nyata untuk menolong dan membantu atau untuk meringankan penderitaan dan kesusahan orang lain yang benar-benar menderita dan mengalami kesulitan dalam hidup.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel