“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Ayo Indonesia dan Dinas Pertanian Manggarai Timur atas dukungan terhadap komitmen kami menyediakan sayuran untuk anak-anak asrama,” ujar Karel.
Ia menambahkan bahwa pendampingan ini menjadi kesempatan emas bagi sekolah untuk mengoptimalkan lahan produktif demi kebutuhan pangan harian dan kemandirian siswa.
“Sangat luar biasa apa yang dilakukan di sekolah kami dan tentunya kami sangat mensyukurinya. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, terutama untuk melatih anak-anak kami. Kebun yang sekarang digarap sekiranya dapat menjadi tambahan penghasilan bagi asrama juga anak-anak. Kami menanam sayur karena itu merupakan bahan pokok sehari-hari di asrama,” tuturnya.
Bukti Sinodalitas dalam Semangat Inklusi
Bagi Yayasan Ayo Indonesia, kolaborasi ini memiliki makna yang lebih mendalam. Rikhardus Roden menegaskan bahwa keterlibatan lintas pihak merupakan wujud nyata semangat berjalan bersama dalam merangkul anak-anak penyandang disabilitas.
“Kerja sama tiga pihak ini merupakan bukti sinodalitas dalam semangat inklusi. Masing-masing pihak membawa peran dan kekuatannya untuk menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi anak-anak penyandang disabilitas,” ujar Rikhardus. Menurutnya, inklusi tidak sebatas memberikan akses, tetapi memberikan kesempatan nyata bagi mereka untuk belajar, berperan, dan mengasah keterampilan hidup.
Ruang Bersama untuk Masa Depan
Kebun Harapan membuktikan bagaimana sebuah gagasan sederhana dari tingkat KBG dapat tumbuh dan berdampak luas saat ditopang oleh kepedulian pemerintah, pengalaman praktis petani, pendampingan lembaga swadaya, serta dukungan mitra internasional seperti MissionProkur SVD Steinhausen, Swiss.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











