Kebun Harapan di Timur SLBN Peot: Menanam Pangan, Keterampilan, dan Kemandirian

Dari Sarana hingga Peningkatan Kapasitas

Yayasan Ayo Indonesia memberikan dukungan awal berupa sarana pertanian, seperti plastik mulsa, benih sayuran yang disesuaikan dengan kondisi lokal dan musim tanam, peralatan penyiraman, serta pot tray untuk pembibitan.

Dukungan ini berlanjut dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan praktis. Pada 4 September 2026, Yayasan Ayo Indonesia melatih para guru SLBN Peot memproduksi biochar dari arang sekam serta aplikasinya di lahan. Para guru belajar mengolah sekam padi menjadi biochar, mencampurnya dengan bahan organik, menentukan takaran yang tepat, hingga mengaplikasikannya pada lubang tanam untuk memperbaiki kondisi tanah, menjaga kelembapan, dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Rikhardus Roden dari Yayasan Ayo Indonesia dengan dukungan MissionProkur SVD Steinhausen, Swiss.

Menata Bedeng dan Memasang Mulsa

Pembelajaran berlanjut pada 19 September 2026. Kali ini, para guru dan siswa SLBN Peot belajar langsung menata bedeng dan memasang plastik mulsa bersama Hubert Cupung, seorang petani dari Kampung Maras, Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng.

Hubert membagikan pengalaman praktisnya secara langsung. Ia menunjukkan teknik menentukan ukuran dan posisi bedeng, menyiapkan lahan, hingga memasang plastik mulsa. Para guru dan siswa tidak sekadar menyimak teori, melainkan langsung mempraktikkannya di lahan. Kehadiran Hubert berhasil mempertemukan pengalaman praktis petani dengan kebutuhan pembelajaran sekolah dalam suasana belajar yang nyata.

Anak-Anak Penyandang Disabilitas Belajar Merawat Tanaman

Proses pembelajaran tidak berhenti pada persiapan lahan dan penanaman. Yayasan Ayo Indonesia bersama Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan untuk melatih anak-anak penyandang disabilitas dalam merawat tanaman.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel