Anak-anak diperkenalkan pada kegiatan perawatan sederhana, seperti menyiram, membersihkan gulma, mengamati pertumbuhan, serta melakukan pemeliharaan harian. Pendampingan ini dirancang agar kebun menjadi ruang belajar inklusif yang melibatkan mereka secara penuh, dari proses merawat hingga memanen. Dengan demikian, keterampilan pertanian dapat ditanamkan sejak dini sesuai dengan kapasitas masing-masing anak.
Menjamin Ketersediaan Sayuran Bergizi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, S.P., berharap kerja sama tripartit antara Dinas Pertanian, SLBN Peot, dan Yayasan Ayo Indonesia membawa dampak nyata. Selain menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi anak-anak penghuni asrama, ia melihat kebun ini sebagai sarana pembekalan keterampilan bertani sejak usia remaja agar mereka memiliki kemandirian di masa depan.
Potensi Ekonomi Kebun Harapan
Lahan seluas 2.000 meter persegi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kebun produktif jika dikelola secara intensif. Berdasarkan pengalaman Hubert, lahan seluas itu berpotensi menghasilkan pendapatan hingga puluhan juta rupiah dalam satu musim tanam.
Meski angka tersebut merupakan estimasi potensi budidaya, pengelolaan kebun secara konsisten dapat memberikan manfaat ganda: memenuhi kebutuhan gizi internal asrama dan menjual kelebihan hasil panen sebagai sumber penghasilan tambahan bagi sekolah. Kebun Harapan pun menjalankan tiga fungsi utama sekaligus: penyedia pangan, wadah edukasi keterampilan, dan penggerak ekonomi.
Apresiasi dari Sekolah
Kepala SLBN Peot, Karel Malewi Manohas, S.Pd., Gr., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Ayo Indonesia dan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











