Pengalaman kerja sama dengan Biara Kompasionis sejak tahun 2021 dalam pemberdayaan sosial ekonomi juga memberikan pembelajaran penting bagi komunitas. Meskipun pendampingan tersebut telah berakhir, semangat untuk membangun kemandirian tetap dilanjutkan. Tantangan ke depan adalah memperkuat lembaga keuangan KBG, mengembangkan usaha sayuran dan peternakan, serta mendorong agar diakonia tidak berhenti pada bantuan karitatif. Bantuan kepada mereka yang membutuhkan tetap penting, tetapi perlu disertai upaya pemberdayaan agar keluarga semakin mandiri dan memiliki kemampuan memperbaiki kehidupannya.
Kehidupan KBG juga tidak dapat dipisahkan dari persoalan nyata yang dihadapi umat. Kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan dalam rumah tangga, perjudian, pinjaman online yang memberatkan, penjualan tanah karena tekanan ekonomi, serta kerusakan lingkungan merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian Gereja. Katekese dan sharing Kitab Suci hendaknya tidak berhenti pada pemahaman teks, tetapi membantu umat membaca pengalaman hidup dan menemukan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Injil. Sabda Tuhan harus menjadi kekuatan yang mengubah cara berpikir, mengambil keputusan, dan memperlakukan sesama.
Semangat ini mengingatkan kita pada kehidupan jemaat perdana dalam Kisah Para Rasul 2:42–47. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, pemecahan roti, dan doa, serta saling memperhatikan kebutuhan hidup. Demikian pula pesan Yesus dalam Matius 25:40 bahwa apa yang dilakukan bagi salah seorang saudara yang paling hina, dilakukan juga bagi-Nya. Kedua bacaan ini menegaskan bahwa iman tidak cukup hanya diungkapkan melalui doa dan perayaan liturgi. Iman perlu hadir dalam tindakan nyata yang mengangkat martabat manusia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











