KBG juga berupaya membangun sekolah reflektif bagi anak-anak, yaitu ruang belajar untuk membaca realitas kehidupan dan memahami berbagai persoalan sosial di sekitar mereka. Anak-anak diajak menyadari bahwa sebagai anggota Gereja, mereka perlu belajar, berpikir kritis, bekerja, dan berdoa. Tujuannya bukan hanya agar mereka menjadi pribadi yang terdidik, tetapi juga warga Gereja yang tangguh, peduli, dan mampu mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat, baik sekarang maupun pada masa mendatang. Dengan demikian, KBG menjadi wadah pergerakan bersama untuk membaca tanda-tanda zaman dan mencari solusi yang tepat terhadap persoalan yang dihadapi.
KBG juga memiliki lembaga keuangan yang oleh umat biasa disebut sebagai “bank KBG”. Lembaga ini dibangun dari, oleh, dan untuk anggota sebagai sarana memperkuat kebersamaan ekonomi dan kemandirian komunitas. Salah satu pengalaman yang berkesan terjadi pada bulan Mei, ketika Bernadete, yang tinggal di Bali, turut memberikan dukungan bagi pengembangan lembaga keuangan KBG. Meskipun berada jauh dari komunitas, ia tetap bersedia mengambil bagian dalam upaya bersama mengatasi persoalan sosial ekonomi umat. Partisipasinya menjadi contoh bahwa semangat sinodalitas tidak dibatasi oleh jarak. Berjalan bersama berarti memiliki kepedulian, kesediaan untuk berbagi, dan komitmen untuk ikut mencari jalan keluar atas persoalan bersama.
Dalam memimpin komunitas, kami juga berusaha menghidupi pendekatan lejong: datang, duduk bersama, dan mendengarkan. Mendengarkan menjadi penting karena tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan nasihat atau teguran. Ada kalanya seseorang berbicara dengan suara keras atau menyampaikan kritik terhadap kebijakan paroki. Namun, suara yang keras tidak serta-merta berarti sikap yang buruk. Di baliknya mungkin terdapat kegelisahan, kepedulian, atau niat baik yang perlu dipahami. Karena itu, sebelum menilai seseorang, kita perlu mendengarkan isi pesan dan memahami konteksnya. Perbedaan pandangan tidak harus menjadi alasan untuk saling menjauh. Setiap orang perlu dihargai sebagai citra Allah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











