Ada satu pengalaman menarik dari kaum perempuan di KBG. Setiap minggu mereka mengadakan arisan. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan sosial, melainkan juga sarana membangun kebersamaan dan membantu kebutuhan ekonomi anggota. Setiap anggota menyetor sejumlah uang, kemudian penerima arisan ditentukan melalui undian. Sebagian uang yang diterima digunakan untuk memenuhi kewajiban Gesshar keluarga, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Dari kegiatan sederhana ini tumbuh kepercayaan, kedisiplinan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.
Melihat kekuatan sosial yang telah dibangun kaum perempuan, KBG berupaya mengembangkannya menjadi kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga. Dalam rangkaian kegiatan Bulan Maria dan doa Rosario, kaum perempuan didorong untuk menanam sayuran di pekarangan rumah dan kebun. Benih sayuran dibagikan agar setiap keluarga dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan—terutama gizi anak-anak—sekaligus memperoleh tambahan pendapatan apabila hasilnya dijual. Kami belajar bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dengan pelatihan besar atau bantuan dari luar. Ia dapat bertumbuh dari kebiasaan baik yang sudah dimiliki masyarakat: berkumpul, menabung, saling percaya, dan berbagi tanggung jawab.
Layanan pastoral diakonia juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi umat dan mencegah keluarga terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Keluarga yang rentan secara ekonomi mudah terdorong meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Ketika tidak mampu membayar, mereka berisiko kehilangan aset, termasuk tanah yang menjadi sumber penghidupan. Karena itu, penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu prioritas pelayanan pastoral. Umat perlu didampingi agar mampu mengelola keuangan rumah tangga, membangun kebiasaan menabung, memahami risiko pinjaman, dan mengembangkan usaha produktif.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











