Kau Tidak Ada Pertanyaan Lain Lagi ka?

Maka percakapan kami mesti ‘kembali ke laptop.’ Itulah sebatas perkembangan dari fisioterapi yang saya jalani. Akra tetap serius menuntun, dan sesekali ia tetap terlibat dalam percakapan keseharian dengan para koleganya.

Tuhan yang terasa semakin ‘asing’?

Teringat lagi di suatu saat, saya lupa kapan persisnya, saya bertanya pada Akra, “Di Roma ini Masjid itu di wilayah mana persisnya?” Kali ini Akra nampaknya hilang kesabaran, “Kau tidak ada pertanyaan lain lagi ka?” Saya jadi tersentak kaget. Akra benar-benar tak suka dengan tanya-jawab atau diskusi lepas soal agama dan apa pun yang terkonek dengan keagamaan. Ada apa sebenarnya di balik semuanya?

Pada akhirnya patut dimaklumi. Akra dan kebanyakan koleganya tak sekedar juru fisioterapi. Mereka adalah simbol (walau kecil dan sederhana) yang mempertanyakan bahkan menantang (pemuka) agama yang sembunyikan kemerdekaan dan sukacita dalam Tuhan. Hanya demi menjaga tradisi, dan langgengkan kekuasaan. Menjaga berbagai kepentingan sendiri.

Mungkinkah Tuhan dirindukan kembali?

Bagaimana pun, saatnya saya harus tinggalkan Villa Sandra. Tak hanya sebagai orang yang dinyatakan sembuh fisikal, tetapi terutama juga sebagai orang yang ‘diinjili.’ Sebab, kasih Allah yang membebaskan dan mencerahkan terkadang ‘disenyapkan di dalam agama, dalam diri pemuka agama yang masih klerikalis dan  bisa saja cenderung triumfalistik.’

Masih teringat lagi teguran keras Yesus, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk, dan kamu menghalangi orang-orang yang berusaha masuk,” (Matius 23:13).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel