Kau Tidak Ada Pertanyaan Lain Lagi ka?

Agama dan negara saling ‘memanfaatkan’ untuk menjaga kelanggengan kekuasaan dan pengaruh. Beberapa helai rambut yang terlihat keluar dari jilbab Amini adalah pelanggaran berat yang mesti berbayar nyawa. Di titik inilah saya paham, Akra tunjukan ketidaksukaannya (untuk tidak mengatakan membenci) pada agama. Agama yang merawat ‘tradisi keras’ memakai negara untuk bertindak. Di sisi lain, rezim pun memanfaatkan (pemuka) agama untuk bisa bertahan dalam kuasanya. Tak peduli pada banyaknya korban yang berjatuhan. Lalu bagi Akra sendiri?

Berkisah tentang akhir pekan yang indah di kolam renang atau pantai-pantai yang indah, nikmati berbagai perjalanan atau nikmati gebyarnya suasana diskotik, bisa saja, bagi Akra, adalah variasi sisi hidup yang berseberangan dari segala aturan dan tradisi  ketat dan ‘menekan.’ Ini nampaknya seperti sederet protes serius dari kejauhan.

Biarkan kebebasan berbicara

Bila ditafsir secara lain, maksudnya, “Tempat-tempat seperti itu tidak lantas begitu saja diberi label haram, najis, tak senonoh, atau laknat hanya karena pernyataan bahwa ‘iblis jahanam telah masuk, bergentayangan dan menguasasinya.”

Teringat lagi di tanggal 22 April 2023. Saat Hari Raya Idulfitri. Ucapan ‘Selamat Hari Raya Idulfitri’ dari saya tak ditanggapi Akra. Sepertinya ia cuek berat. Dalam hati saya berpikir, ‘Jangan-jangan Akra tidak terima ucapan selamat Idulfitri dari yang tak seiman. Haram hukumnya.’ Nyatanya tidak, ia memang tidak berselera bicara tentang agama dan apapun yang berkaitan dengan agama itu sendiri.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel