Kau Tidak Ada Pertanyaan Lain Lagi ka?

Nampaknya Akra gembira. Orang asing seperti saya pasti tak paham banyak tentang isi obrolan mereka. Di suatu ketika, Akra terima panggilan cellular. Maka terjadilah percakapan. Suara Akra terdengar jawabi obrolan itu. Ada hal yang aneh. Kenapa satu kata pun dari bicaranya Akra tak dapat saya tangkap? Hanya dalam hati bertanya, “Dialek bahasa Italia dari wilayah mana lagi ini?”

Dunia yang berubah

Nekad beranikan diri bertanya, “Maaf, tadi itu bicara bahasa Italia dari wilayah mana?” Akra segera jawab, “Itu bahasa Persia. Dari Iran.” Saya jadi heran. Seorang cewek Italia sekian fasih berbahasa Persia, sama seperti ia ngobrol dengan teman-temannya dalam bahasa Italia. Bagaimana ia bisa belajar bahasa Persia?

Akhirnya saya jadi tahu juga. Akra itu berasal dari Iran. Asli Timur Tengah. Ia berkisah bagaimana ia bisa sampai ke Italia. Saat masih di Iran, ia bercita-cita lanjutkan sekolah ke Inggris, atau Jerman atau Austria. Entah kenapa tak muncul kesempatan untuk ke salah satu dari negara-negara itu. Akra jadinya ke Roma karena dukungan kedutaan Italia, dan ia miliki tuntutan sertifikat bahasa Italia.

Setelah lulus kuliah, Akra dapatkan pekerjaan. Tak ada niat untuk kembali ke Iran. Kini sudah sepuluh tahun ia bekerja di Villa Sandra sebagai terapista. Nampaknya satu dekade lebih di Italia, Akra sudah senyawa dengan alam budaya Eropa (Italia), yang pastinya berbeda telak dengan alam budaya asalnya, Iran.

Suatu ketika, saat senggang, daripada jenuh dengar kisah-kisah hariannya, satu pertanyaan praktis buat dia sejenak terperangah. “Tidak puasa kah?” Maklum, saat itu Akra lagi nikmati biskuit. Tak boleh lah ia berbuat begitu di saat ia sepantasnya berpuasa di bulan Ramadhan. “Kenapa engkau yakin sekali bahwa saya seorang muslimah?” Akra memprotes karena pertanyaan – pertanyaan semacam itu.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel