Akan tetapi dalam kenyataan sehari-hari, selalu ada yang terpisah, cerai atau hilang. Mereka keluar dari persatuan dan kesatuan hidup dengan Tuhan dan dengan orang lain, baik dari Gereja maupun masyarakat.
Apa yang kita lakukan bila ada orang yang keluar dari persatuan dan kesatuan hidup bersama di dalam keluarga, gereja atau masyarakat? Pertama, janganlah kita memulai inisiasi atau melakukan inisiatif untuk menolak dan mengusir, memisahkan dan menceraikan orang lain. Jangan juga kita membuat orang lain terpaksa pergi dan menghilang dari hidup kita. Ada banyak alasan mengapa orang lain minta cerai atau minta pergi dari hidup bersama. Apa pun alasannya, kita tidak boleh menyebabkan orang lain berpisah, bercerai atau pergi menghilang dari kita.
Kedua, kalau orang lain sudah cerai, terpisah atau menghilang, janganlah kita masa bodoh atau tidak peduli. Justru kita harus pergi mencari orang yang hilang sampai orang itu kembali atau ditemukan. Kita tidak boleh terlalu keras hati terhadap orang-orang yang sudah bercerai atau berpisah atau hilang dari kita. Kita menjadi orang kudus bila kita siap mencari orang yang pergi dan menghilang dari kebersamaan dengan kita.
Tetapi lebih dari itu, apabila orang yang hilang mau kembali, hendaklah kita membuka pintu rumah dan pintu hati kepada orang yang dengan sadar ingin kembali. Bahkan kita harus berpesta untuk menerima setiap orang yang hilang tetapi mau kembali untuk bersatu dengan kita.
Sebagai seorang ksatria, Nasrudin bersiap-siap untuk pergi perang. Lalu ia berkata kepada temannya Nadus. “Tunanganku adalah gadis tercantik di dunia dan aku tidak bisa membayangkannya jika dia harus tinggal bersama orang lain ketika aku pergi berperang. Kamu adalah sahabatku terbaik dan aku percaya kepada kamu. Ini adalah kunci sabuk kesuciannya. Jika aku tidak pernah kembali, buka dengan kunci ini dan buka sabuk itu.” Ketika Nasrudin baru keluar dari rumah kira-kira 2 kilo meter, muncul SMS mendadak dari Nadus: “Teman, kamu memberiku kunci yang salah” {Ahai, Kunci Sabuk Kesucian: ngopibareng}.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





