Ia menegaskan pentingnya “penyertaan jiwa” dalam pemanfaatan teknologi digital, agar nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.
Baca juga: Kartu Kendali Siap Membentuk Karakter Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng
“Guru profesional adalah agen perubahan yang membawa spirit edukatif, transformatif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Peran Strategis Guru dalam Era Pascahumanisme
Dalam sesi utama seminar, Yohanes Mariano Dangku juga membahas redefinisi profesionalisme guru di era pascahumanisme.
Ia menekankan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital sambil tetap mengedepankan nilai-nilai edukatif.
“Transformasi pendidikan adalah perjalanan berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi figur transformatif yang mendidik dan membimbing siswa untuk menjadi generasi berdaya saing di era global,” tambahnya.
Mengintegrasikan Karakter dan Teknologi dalam Pendidikan
Dr. Kristianus Viktor Pantaleon melanjutkan dengan membahas bagaimana pendidikan berbasis nilai dapat menciptakan generasi yang berintegritas, resilien, dan berdaya saing global.
Ia menjelaskan bahwa guru harus menjadi teladan dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur seperti resiliensi, solidaritas, dan integritas ke dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Simak: Unika St. Paulus Ruteng Siap Melaksanakan ICEHHA ke 4
“Keteladanan guru adalah kunci pembentukan karakter peserta didik. Teknologi hanyalah alat, tetapi nilai-nilai itulah yang akan membentuk generasi masa depan,” ungkap Kristianus.
Tantangan Kelimpahan Informasi di Era Digital
Dr. Marselus R. Payong menutup diskusi dengan membahas tantangan era kelimpahan informasi.
Ia menyoroti pentingnya penguasaan teknologi oleh guru untuk menciptakan pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan menarik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







