Oleh Apolonius Barung, S.Pd*
Lahirnya Hari Guru Nasional secara resmi penetapannya pada tahun 1994 berdasarkan keputusan presiden nomor 78 tahun 1994. Momen pemilihan Hari guru Nasional bertepatan dengan hari lahirnya Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia atau Hari PGRI.
Di tengah Lika-liku pasca merdeka, para guru melangsungkan kongres pendidik bangsa di sekolah Guru Puteri Surakarta, Jawa Tengah. Kongres tersebut dipimpin oleh tokoh pendidik seperti Amin Singgih, Rh. Koesnan dan kawan-kawanya yang berlangsung selama dua hari 24-25 November 1945. Keputusan para guru yang terlibat dalam kongres tersebut tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Pasalnya kondisi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih. Guru-guru yang terlibat adalah guru-guru hebat, kuat dan tentunya bermutu.
Guru Mutu Pendidikan Maju mungkin itu klausa yang dapat mewakili peran seorang guru dalam mendidik dan menumbuhkembangkan generasi-generasi penerus bangsa.
Klausa di atas terdiri dari dua frasa yang menjalin hubungan kausalitas yang tak dapat disangkal. Pendidikan yang maju tentunya tidak terlepas dari peran para guru yang bermutu.
Menilik pernyataan Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan dan peraih nobel perdamaian, bahwa education is the most powerful weapon which you can use the change the world. Kalau kita ingin membangun bangsa ini, mewujudkan individu dan masyarakat yang cerdas dan sejahtera kehidupannya, maka pendidikan menjadi kata kunci.
Sudah majukah pendidikan di Indonesia?
Pertanyaan ini tentunya menjadi pertanyaan kolektif dari semua guru di Indonesia. Sejumlah data bisa kita gunakan untuk menilai, menguji ataupun autokritik terhadap mutu pendidikan di Indonesia. Berdasarkan indeks pembangunan manusia yang dikeluarkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2014 kualitas manusia Indonesia bertengger pada posisi ke 108 dari 187 negara. Sementara malaysia ada pada posisi ke 62, Singapura ke 9, dan thailand ke 89. Data yang kurang lebih sama dikeluarkan oleh world economic forum (2014) bahwa tingkat daya saing Indonesia ada pada posisi ke 34. Sementara Malaysia ke 20, Singapura ke 2 dan Thailand menempati urutan ke 31. Lalu, dari aspek struktur pendidikan tenaga kerja Indonesia 55,31% tenaga kerja berpendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yang berpendidikan tinggi 11,98% (kompas 2014).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






