Akses Baru
Kepala Desa Golo Mori Samaila menceritakan, rute tercepat menuju Labuan Bajo dari desa mereka adalah memakai motor laut atau perahu. “Untuk ke Labuan Bajo dari Golo Mori pakai motor laut (perahu) paling cepat 2,5–3 jam. Warga juga harus melewati arus kuat Selat Molo supaya bisa sampai Labuan Bajo karena akses darat sangat sulit,” kata Samaila seperti diwartakan Antara.
Warga lainnya bernama Primus, seperti dikutip kanal Youtube Sekretariat Presiden, menjelaskan bahwa karena terisolirnya desa di ujung barat Pulau Flores itu, saat terjadinya wabah diare banyak yang tak terobati dan berakhir dengan kematian. Namun, Samaila dan Primus serta seluruh warga Golo Mori saat ini sudah bisa bernapas lega.
Sejak April 2022 pemerintah memutuskan untuk membangun ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori sepanjang 25 km dengan anggaran mencapai Rp481 miliar dan terbagi ke dalam lima segmen pembangunan. Selain membangun jalan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga ikut meningkatkan kualitas empat jembatan sepanjang total 175 meter di Wae Mburak, Wae Kenari, Nanganae, dan Soknar.
Kehadiran jalan baru itu mampu mempersingkat perjalanan warga di ujung Pulau Flores itu ke Labuan Bajo menjadi sekitar 30 menit saja. “Dulu ruas ke Desa Golo Mori merupakan jalan tanah dan berbatu dan jarak tempuh tiga jam. Sekarang, waktu tempuh cukup dalam 30 menit dari Kota Labuan Bajo dengan pemandangan sangat indah,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Tak hanya membangun jalan dua jalur beraspal licin mulus, Kementerian PUPR juga mengedepankan prinsip kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Caranya, dengan menanam banyak pohon peneduh di sepanjang jalan sehingga terasa lebih nyaman, aman, dan sejuk.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan