Menurutnya, Kabupaten Manggarai menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian melalui berbagai program pemberdayaan pemuda. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT juga telah melaksanakan program strategis Dasa Cita dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan generasi muda sebagai motor penggerak kreativitas lokal.
Selain itu, pemuda Manggarai telah difasilitasi mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan, baik di Labuan Bajo maupun dalam pelatihan regional yang melibatkan peserta dari tiga kabupaten di wilayah Manggarai Raya.
Veneranda Moi mengatakan bahwa berbagai tantangan pembangunan di desa, seperti terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendapatan masyarakat, dan semakin sempitnya peluang kerja formal, menuntut hadirnya solusi yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Keterampilan dan keahlian merupakan aset yang tidak dapat diambil oleh siapa pun. Ketika seseorang memiliki keterampilan, maka ia memiliki bekal untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT turut melaksanakan program intervensi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Khusus Dispora NTT, intervensi difokuskan pada pengembangan kapasitas pemuda melalui pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, serta penguatan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 30 pemuda Desa Lolang mengikuti pelatihan kriya dan desain fashion berbasis kain tenun Manggarai. Para peserta kemudian dibentuk menjadi enam kelompok usaha pemuda kreatif yang akan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











