Bola Mata Indah Itu Mesti Kita Miliki

Sebab itulah, ‘Bola mata indah itu memang mesti dikreasi dan dimiliki.’ Kualitas bola mata seperti itu tentu adalah pancaran hati dan isi jiwa yang teduh dan bermarwah. Yang miliki disiplin spiritual yang bercitra dan berkharisma. Dan karena itulah dalam keadaan paling asing sekalipun, di situasi penuh badai dan arus air bergelora, orang yang punya bola mata indah bakal ‘seperti burung camar telah temukan tiang sampan, tempat berpijak kaki dengan pasti.’
Dan…..

Injil penuh teduh

Yesus dari Nazaret, penuh kasih dan teduh ajarkan, “Bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang” (Mat 15:11). Siapa pun sesama tak lantas jadi ‘najis, kafir, haram, sesat….’ Hanya karena aku mengatakan semuanya kepada dan tentang mereka. Tidak!

Betapa sebenarnya aku najiskan dan kafirkan diriku sendiri ketika aku mengganyang sesama dalam umpatan kata-kata dan sikap tak elok. Sebab semuanya itu diracik dan bergerak dari ruang dalam hatiku. Jika mesti lanjutkan kata-kata Yesus, Ia ingatkan para muridNya pula, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Karena dari hati timbullah segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat…” (Mat 15:19).

Sungguh, pedagogi hati dan kebeningan mata memandang, sepantasnya kita miliki. Demi melihat diri kita sendiri, menatap alam lingkungan dan tentu dalam memandang sesama-sesama kita. Dalam segala kemunduran, ketimpangan, kekurangan, tak pernah ada kata terlambat untuk memulai kembali.
Sebab ‘jiwa kita  tak boleh terus nampak terpidana.’ Pun tak boleh serius terkesan  ‘telah mati di dalam hidup..’

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel