BNPB Pimpin Operasi Tanggap Darurat dan Mobilisasi Udara Gempa Flores

infopertama.com – Guncangan dahsyat akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 melumpuhkan kawasan utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer tersebut merusak infrastruktur, memicu longsor, serta memakan korban jiwa di berbagai kabupaten se-daratan Flores.

Merespons krisis ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Tim Gabungan Nasional langsung bergerak cepat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin langsung operasi tanggap darurat guna memutus rantai keterisolasian warga dan memusatkan penanganan medis di wilayah terdampak.

Dampak gempa terasa masif di sepanjang koridor Flores. Puluhan warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, serta Manggarai Barat.

Kepanikan massa yang disusul peringatan dini tsunami juga memaksa lebih dari 2.000 warga di Nagekeo dan wilayah pesisir untuk melautkan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. Situasi kian mencekam lantaran BMKG mencatat adanya lebih dari 200 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2, yang membuat warga enggan kembali ke rumah.

Kerusakan sarana dan prasarana umum memperlambat ruang gerak tim penolong di lapangan. Akses darat antarkabupaten sempat terputus akibat penumpukan material longsor di beberapa titik vital.

Di sektor komunikasi dan energi, pemadaman listrik terjadi di mana-mana akibat kerusakan gardu PLN, sementara fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas di Maumere menderita kerusakan ringan hingga sedang. Kendati infrastruktur darat lumpuh, landas pacu bandara udara dipastikan tetap utuh dan beroperasi terbatas untuk menyokong penerbangan darurat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel