Dalam pemahaman ini, ada suatu pepatah umum yang amat berarti. Pepatah itu berbunyi: ‘Patah tumbuh hilang berganti.’ Kalau ada pohon yang patah harus ada pohon baru yang ditanam lagi. Tidak boleh pohon yang patah dibiarkan tanpa ada anakan pohon baru. Bumi, alam atau tanah akan tandus dan kering kerontang apabila pohon yang patah tidak memiliki anakan pohon baru untuk menggantikannya.
Intinya, apabila ada sesuatu yang hilang dalam perjalanan waktu, haruslah segera ada penggantinya. Tidak boleh ada penghentian pelayanan kerasulan karena tidak ada manusia atau penanggung jawab.
Pelayan hadir karena ada pelayanan. Tetapi tidak boleh ada pelayanan tanpa pelayan. Tidak boleh ada kantor yang tidak melayani kehidupan masyarakat hanya karena tidak ada pegawainya. Pegawai untuk pelayanan di kantor mesti selalu ada dan tersedia.
Dengan demikian pelayanan kehidupan tidak berhenti. Pelayanan kerasulan tetap berjalan. Pelayanan publik tetap beroperasi. Kebutuhan masyarakat tidak boleh tidak dilayani hanya karena ketiadaan pelayan atau abdi masyarakat.
Berdoa Untuk Menentukan Pilihan Yang Tepat
Karena itu bila tidak ada pelayan dan tidak ada abdi masyarakat, harus segera dicari dan dipilih, diangkat dan ditetapkan orang yang tepat agar tugas pelayanan kerasulan atau tugas pelayanan publik masyarakat tetap berjalan normal dan biasa. Jemaat dalam gereja perdana ‘berdoa’ untuk mendapatkan Matias guna menggantikan posisi Yudas sebagai rasul. Mereka berdoa karena ada dua calon yang harus dipilih, yaitu Matias dan Yusuf. Berkat doa dan karena berdoa, mereka membuang undi dan keluarlah nama Matias sebagai rasul terpilih.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




