Ruteng, infopertama.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM) yang telah melabelkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumni yang memalukan dinilai sebagai bentuk degradasi idealisme. Label yang BEM UGM sampaikan terhadap prestasi Jokowi terlihat sebagai pendekatan yang lebih bersifat seremonial dan cenderung tendensius terhadap pribadi atau sosok figur jokowi bukan pada kebijakan.
Kabeh Sedulur Indonesia (KSI) yang berpusat di Yogyakarta menyampaikan penilaian itu melalui juru bicaranya, Walterius R. Janu via sambungan telepon, Rabu, 13 Desember 2023.
“Saya sedih melihat adik-adik mahasiswa sekarang ini kurang memberikan ruang untuk evaluasi kritis. Respons ini tampaknya lebih fokus pada pesan daripada penilaian obyektif terhadap kinerja pemerintahan.” Tutur Terry Janu, Alumni UST Yogyakarta itu.
Menurutnya, menggunakan kata-kata seperti “alumnus memalukan” dan “kritik provokatif yang tendensius di tengah pesta demokrasi” mungkin menciptakan kesan bahwa respons ini lebih sebagai upaya membangun dukungan kepada calon presiden tertentu daripada memberikan analisis mendalam terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan.
“Saya melihat apa yang BEM UGM lakukan hanya sebagai gimik dan bentuk lain dari degradasi idealisme mahasiswa. Lebih spesifik, saya melihat respons BEM KM UGM tersebut lebih sebagai strategi politik daripada ekspresi dari nilai-nilai idealisme mahasiswa.” Tegas Janu.
Sebagai BEM, kata Terry Janu, seharusnya lebih mengedepankan kebutuhan untuk memberikan ruang diskusi dan penilaian yang lebih mendalam terhadap kinerja pemerintahan. Bukan muncul dan mengambil peran dalam politik pragmatis.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



