Timika, infopertama.com – Aneh Bin Ajaib sehari menjelang akhir masa jabatan Johanes Rettob sebagai Plt Bupati Mimika meninggalkan Defisit anggaran APBD 800 Miliar Rupiah.
Defisit Anggaran 800 Miliar Rupiah ini terungkap dalam agenda pembahasan APBD Perubahan antara eksekutif dan legislatif di Jakarta.
“Benar, defisit anggaran 800 Miliar, ini masih pembahasan,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Mimika, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Redi Wijaya, di Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Ia menyebutkan belum dapat memberikan keterangan secara rinci karena masi dalam Pembahasan.
Menanggapi hal ini, Pemerhati Sosial Kabupaten Mimika Viktor Kabey mengaku Masyarakat Mimika pasti bingung karena kepemimpinan Bupati sebelumnya di Kabupaten Mimika, tidak pernah daerah mengalami defisit hampir mencapai satu Triliunan.
“Ini merupakan bentuk kegagalan dalam monitoring, karena Defisit APBD merupakan selisih kurang antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah pada tahun anggaran yang sama,” Jelasnya.
Viktor menyampaikan kurangnya monitoring sehingga berdampak pada defisit anggaran.
“Ini jumlah pendapatan lebih kecil daripada jumlah belanja, berarti Pemerintah Daerah gagal dalam melakukan monitoring,” ucapnya.
Kata Dia, Defisit anggaran hampir satu triliun yang ditinggalkan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob, akan menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Pj Bupati Mimika Falentinus Sudarjanto Sumito.
“Defisit anggaran ini dapat dibiayai dengan penerimaan pembiayaan, misalnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, penggunaan cadangan, penerimaan pinjaman, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. Tapi kalau sudah terpakai berarti Daerah ini mau dibawa kemana, karena harus tidak ada pendanaan khusus yang disalurkan dari APBN kepada daerah untuk menutup defisit,” tegasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

