Cepat, Lugas dan Berimbang

Arogan, Baru Setahun Menjabat Kepala SMK di Manggarai Diduga Skenariokan Pecat Guru Honorer

“Saya sempat kaget, kok bisa kepsek menyampaikan pernyataan ini kepada saya. Dan, dari pernyataan kepsek tersebut, saya bisa menyimpulkan Kepsek secara sengaja berupaya untuk mengeluarkan saya dari sekolah secara tidak hormat dan sepihak.”

Setelah kejadian itu, saya langsung meminta pertimbangan yayasan, Ibu Ina Genok, selaku Ibu Yayasan Risjonson Manggarai yang menaungi SMK Mutiara Bangsa Reok. Sekalian minta mengundurkan diri. Namun, saat itu pertimbangan Ibu yayasan tersebut menolak permintaaan pengunduran diri dan meminta saya terlebih dahulu mengklarifikasi persoalan tersebut bersama kepsek dan ibu MS. Sayapun mengamini itu.

“Berdasarkan rekomendasi Yayasan, pada Rabu, 19/10/2022, saya mencoba ke sekolah untuk bertemu Ibu MS dan Kepsek. Namun, sampai di Sekolah, saya hanya bertemu ibu Merlin dan Kepseknya tidak ada di tempat, sehingga klarifikasi masalah tersebut tidak berlanjut.”

Pada Kamis, 20/10/2022, saya kembali lagi ke Sekolah dan langsung bertemu kepsek, untuk melanjutkan klarifikasi. Namun, klarifikasi tersebut tidak ada penyelesaian, karena beberapa pertimbangan yang menjadi penyampaiaan saya, kepsek belum menjawabnya. Termasuk alasan kepsek terkait peryataannya kepada Bpk/ibu Guru yang meminta saya untuk tidak boleh datang lagi ke sekolah.

Jumat, 21/10/2022, saya kembali ke yayasan untuk menyampaikan hasil pertemuan saya ke kepsek, dan meminta yayasan untuk bisa memediasi masalah ini dengan kepsek. Namun yang mewaliki Ketua Yayasan, Rimba Nimbrot Ho, mengaku kecewa, karena pada hari kamis kemarin saya datang sebagai wartawan, bukan sebagai guru. Bahkan saat itu juga yayasan meminta saya untuk tetap masuk sekolah dan jangan tinggalkan les, termasuk les sore harinya, Jumat. Hal itu dengan pertimbangan otoritas yayasan sebagai pemilik Sekolah bahkan akan berupaya untuk memediasi masalah saya dan kepsek.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN