Cepat, Lugas dan Berimbang

Arogan, Baru Setahun Menjabat Kepala SMK di Manggarai Diduga Skenariokan Pecat Guru Honorer

“Bahkan saat itu juga saya menawarkan kepada kepsek, sebaiknya kepsek bisa bertanya langsung ke pihak sekertariat soal uang kolekte tersebut.”

Namun kepsek tetap membantah dan menyampaikan pernyataan bahwa benar saya telah menjual namanya.

Merasa tidak puas dengan pernyataan kepsek, BM langsung membantah kalau ia tidak pernah menjual namanya kepsek. Apa lagi hanya gegara soal uang kolekte.

Bahkan dalam situasi seperti itu, kata BM kepsek juga mengeluarkan bahasa yang menyapanya dengan bahasa yang sangat tidak etis.

“Menurut saya itu tidak pantas didengar, hingga menurut saya proses penyelesaiaan klarifikasi tersebut sudah bukan lagi mengarah pada konteks persoalan tentang masalah uang kolekte. Tetapi menyudut ke hal yang pribadi.” Jelas BM.

“Karena merasa tidak nyaman, saat itu juga saya spontan pamit keluar dari ruangan. Dan, di saat itu juga saya dan kepsek sempat terjadi adu mulut karena kepsek memanggil saya dengan cara menunjuk. Seketika itu saya juga menjawab panggilan kepsek untuk menyampaikan jangan memanggil orang dengan cara menunjuk, lalu kepsek mengusir saya dari ruangan.”

Setengah jam berlalu, BM yang sedang santai duduk di ruangan Bengkel Motor, terkejut karena kepsek mengeluarkannya dari grup WhatsApp Internal Sekolah.

“Bahkan esoknya, Selasa (18/10/22), saya masi kurang mood untuk masuk sekolah, karena merasa masih kurang nyaman. Ternyata di hari itu juga, saya mendapatkan informasi melalui telephon dari salah satu guru yang menyampaikan pesan Kepsek kepada saya, saat pertemuan internal Bpk/ibu guru SMK Mutiara Bangsa Reok untuk memberitahu kepada saya agar saya tidak boleh lagi datang ke sekolah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN