Barangkali kita perlu mandi di sana bukan untuk membersihkan tubuh, tetapi untuk memahami sesuatu yang jarang kita sadari: bahwa hidup tidak selalu segar seperti tegukan pertama kopi, dan tidak selalu manis seperti gula yang larut di dasar cangkir. Kadang-kadang hidup justru lebih jujur ketika ia mulai terasa basi.
Dan mungkin, setelah kita keluar dari kolam pahit itu, kita akan memahami satu hal sederhana: kesunyian tidak pernah benar-benar ingin menghancurkan kita.
Ia hanya ingin menelanjangi kita dari segala kepura-puraan, agar kita berani melihat diri sendiri sebagaimana adanya rapuh, pahit, tetapi tetap berdetak.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







