Epilog
Realitas AI melahirkan skeptisisme universal manusia akan eksistensinya. Skeptisisme ini lahir bukan tanpa alasan, melainkan karena AI hadir seolah-olah melengserkan peran manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah situasi yang penuh dengan keraguan manusia akan eksistensinya di hadapan AI yang muncul bersamaan dengan ambiguitas, manusia mestinya menyadari bahwa AI lahir bukan untuk mengganti peran manusia dalam berbagai bidang kehidupannya. Melainkan untuk meringankan kesibukan manusia dalam melakukan segala pekerjaannya.
AI dan manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi manusia untuk memanfaatkan AI sepenuhnya untuk melengkapi apa yang menjadi kurang di antara keduanya. AI akan lebih memanusiakan manusia dengan kelebihannya, jika manusia itu sendiri menggunakan AI dengan kelebihannya juga yaitu menyikapi realitas AI dengan penuh kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai manusia.
★Penulis adalah mahasiswa aktif prodi S1 filsafat IFTK Ledalero
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

