Cepat, Lugas dan Berimbang

Ambiguitas AI dan Skeptisisme Eksistensi Manusia

Ambiguitas AI
Ilustrasi Ambiguitas AI dan Skeptisme Manusia (infopertama.com)

Mengatasi persoalan ini, manusia perlu menyadari bahwasanya ia memiliki suatu anugerah alamiah yang tidak dimiliki oleh AI. Ia diciptakan oleh suatu yang transendental dengan unik dan berbeda dari ciptaan-ciptaan yang lain. Manusia memiliki insting atau perasaan yang membuat ia mampu berinteraksi dengan hati dan pikiran terbuka baik dengan sesama maupun dengan lingkungan sekitar.

Manusia mestinya mengutamakan sikap selektif serta kritis dalam membuktikan dan mempertanyakan segala sesuatu menggunakan kelebihan yang ia miliki dari ciptaan-ciptaan lain. AI boleh saja memiliki kelebihan yang efisiensi dalam berkarya seperti manusia, tetapi manusia itu sendiri juga mestinya tidak melupakan kodratnya mengapa ia disebut sebagai makhluk yang berakal budi. Manusia berpikir secara mandiri, sementara AI hanya bergantung pada data dan fakta yang disediakan oleh manusia. Itulah yang menjadi perbedaan paling fundamental antara manusia dan realitas AI. Manusia memiliki kelebihan yang tidak kalah efisiensi dari AI.

Lalu yang menjadi pertanyaan untuk mengkritisi persoalan ini adalah: Apakah AI juga mempunyai peluang untuk memiliki kecerdasan emosional yang sama seperti manusia? Jawabannya tentu tidak. Meskipun AI dapat mendeteksi emosi saat melihat wajah manusia, dapat menganalisis gestur, postur, dan gerakan otot wajah kecil untuk membangun gambaran keadaan emosi.

Namun, AI tidak dapat merasakan emosi itu sendiri. Perasaan adalah ciri khas kehidupan hewan dan emosi adalah bagian dari manusia. Tentu saja, selalu mungkin untuk menulis program yang mensimulasikan suatu jenis perilaku, tetapi itu hanya tipuan. Kecerdasan manusia mencakup kemampuan untuk memahami dan berhubungan dengan perasaan sesama manusia menjadi sebuah kapasitas yang sulit ditiru oleh sistem AI. Tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa komputer merasakan penderitaan, jijik, atau duka. Bagaimana mungkin komputer peduli pada yang lain (komputer atau orang)?

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN