Ziarah Perempuan: Sejarah dan Relasi Alam Semesta

Mencatat Peluang Peran Perempuan

Hal utama agar perempuan berperan adalah soal kapasitas pribadinya. Tingkat pendidikan, pengalaman, kondisi ekonomi, ketrampilan serta kekuatan iman adalah hal-hal yang selalu berpengaruh bagi peran setiap perempuan. Maka, secara ideal bisa diandalkan semua perempuan untuk berperan dalam advokasi lingkungan dan HAM. Namun, hemat saya, perlu kita obyektif. Seperti apa keadaan pribadi perempuan dalam keluarganya, di tengah komunitas adat, di lingkungan umat beragama, serta sebagai rakyat warga negara. Apalagi di daerah yang dilanda kasus lingkungan.

Menurut saya, peluang peran perempuan perlu dibagi menurut kemampuan pribadinya masing-masing, terkhusus di wilayah kasus lingkungan. Ketika dimobilisir agar semua perempuan berperan, tanpa memperhatikan kemampuan pribadi yang bervariasi, maka sering muncul persoalan baru bagi mereka. Masalah bagi relasinya dengan anak dan suami, masalah ekonomi rumah tangga, juga terjadi salah ucap dan tindak secara hukum di lokasi kasus lingkungan.

Maka, membagi peran sesuai kemampuan perempuan adalah hal penting untuk mencegah persoalan baru baginya, karena advokasi kasus. Mengatasi masalah dengan membuat masalah baru, karena semangat advokasi.

Banyak contoh kasus dari pengalaman saya dan juga yang diberitakan media di beberapa kasus lingkungan, ketika perempuan terlibat advokasi, tetapi dengan kemampuan pribadi yang berbeda-beda. Juga seperti dalam pelatihan saat ini, Panitia kiranya memiliki ukuran atau kriteria peserta. Harapan nya ada pertimbangan soal latar belakang dan kemampuan masing-masing pribadi serta umur.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses