Ziarah Perempuan: Sejarah dan Relasi Alam Semesta

Perempuan ada dalam posisi yang paradoks, saling berlawanan dalam satu saat yang sama. Perempuan adalah ibu dan sumber rahim bagi semua anak manusia, lalu dia juga pemberi kasih sekaligus penerima derita semua persoalan manusia. Baik di ruang privat maupun publik, prempuan terpaksa menerima segala kondisi, terutama jadi korban berbagai masalah semua relasi.

Perempuan mencampur senyum dan air mata untuk kehidupan, dan tak bisa lari dari kenyataan itu. Buat baik dan jadi sumber rezeki, belum tentu mendapat pujian dan terimakasih, ketika ada persoalan – misalnya masalah sosial atau lingkungan. Juga prempuan yang menjadi korban, bahkan sering dipersalahkan ketika ada kasus, malahan disuruh diam saja. Padahal, sumber keputusan dan tindakan salah itu dari kaum laki-laki.

Inilah pengalaman relasi, yang dihidupi perempuan dalam sejarah hingga kini. Ia seperti menjadi manusia super, terima semua demi keberlanjutan kehidupan di tengah alam ini. Senjatanya adalah doa dan air mata karena kasih sayangnya. Bahkan seperti tujuan kodratinya perempuan adalah untuk menjadi rahim kasih sayang dan samudera penampung persoalan anak manusia, sejarah peradaban.

Dalam kaitan dengan iman Katholik, menurut saya, pengalaman relasi perempuan adalah gabungan Pengalaman Hawa- Eva di Taman Firdaus dan Bunda Maria dalam sejarah penebusan Yesus bagi manusia.

Dalam perjalanan hidup sebagai anak adat, umat, aktivis LSM dan pastoral, saya menemukan dan mengalami hal di atas, sebagai konteks persoalan, baik di rumah privat, ruang publik, maupun ketika ada kasus lingkungan yang terjadi hingga kini.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses