Tidak sebatas mengklaim, Yapersukma bahkan melakukan pungutan Iuaran wajib ke siswa/i di SD Pasa sebesar Rp2.000 persiswa setiap bulan.
Meski rajin melakukan pungutan iuran ke SD Pasa, namun, Yapersukma belum pernah sekalipun, memenuhi kewajibannya, sebagaimana layaknya tugas dan peran yayasan pendidikan. Termasuk ketuki perayaan Yubilium 100 Tahun SDK pasa yang baru dirayakan Kamis, 1 Agustus 2024, tertunda tiga tahun dari jadwal sebenarnya.
Ketua Panitia Perayaan Yubilium 100 tahun SDK Pasa, Adrianus Sadu dalam laporannya menjelaskan alasan penundaan tersebut. Ia mengatakan penundaan itu karena tiga tahun lalu Indonesia, bahkan dunia sedang wabah Covid-19.
Karena alasan itu, panitia yang dibentuk ulang 13 Januari 2024 mulai membahas ulang perayaan Yubilium 100 tahun SDK Pasa.
“Sebenarnya Yubilum 100 tahun SDK Pasa sebenarnya dilakukan tahun 2021, namun karena Covid -19 maka kita tunda. Dan, pada 13 Januari 2024 kita bentuk kembali panitia. Setelah itu, panitia melakukan penggalangan dana dengan mengandalkan partisipasi masyarakat di wilayah SDK Pasa, beberapa prosal juga sumbangsih dari oara alumni SDK Pasa.” Ungkap Adrianus Sadu dilanjutkan dengan melaporkan beberapa rangkaian kegiatan menyongsong perayaan Puncak, Kamis, 1 Agustus 2024.
Dalam laporan Panitia yang disampaikan Ketua Panitia Adrianus Sadu, tidak pernah menyebutkan peran Yapersukma dalam peryaan Yubilum 100 tahun SDK Pasa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







