Cepat, Lugas dan Berimbang

Yapersukma Cuek, Warga Patungan Sukseskan Pesta Yubilium 100 Tahun SD Pasa

Selain itu, salah satu kepala sekolah di SD Pasa yakni Andreas Nabit (Alm.) ternyata kakek dari Herybertus Nabit, Bupati Manggarai. Menjadi menarik karena pada acara Yubilium 100 Tahun SD Pasa yang perayaannya tertunda tiga tahun dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit.

Sayangnya, pada perayaan Yubilium 100 tahun SD Pasa, Yapersukma yang mengaku sebagai yang memilki SD Pasa hadir sebagai Tamu Undangan.

Pantaun infopertama.com di lokasi, Ketua dan staf Yapersukma tiba lebih dulu di lokasi penjemputan bersama Vikjen Keuskupan Ruteng, dan pastor Paroki St. Antonius Abas – Beokina.

Namun, acara penjemputan belum bisa dilakukan karena menunggu kedatangan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dan rombongan yang tiba di lokasi sekira pukul 08.40 WITA.

Ritual Penjemputan, Yapersukma Hadir Sebagai Tamu

Setibanya di Pasa, Desa Tengku Lese, Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dan rombongan serta Romo Vikjen dan Vikep langsung dijemput secara adat dalam ritus budaya, tuak curu dan selanjutnya diarak menuju tempat acara oleh kelompok ronda.

Pastor Paroki Beokina selaku tuan rumah, RD Roby Mbongor bergabung bersama kelompok petugas ritus adat curu menjemput rombongan Bupati dan Vikjen serta Vikep.

Berbeda dengan pastor Paroki Beokina, Ketua Yapersukma dan beberapa orang stafnya malah ikut bergabung dengan Romo Vikjen dan Vikep bersama rombongan Bupati, ikut dijemput.

Bupati Manggarai dan tamu undangan termasuk Ketua Yapesukma pada perayaan Yubilium 100 tahun SD Pasa – Rahong

Padahal, seyogianya, Ketua dan beberapa staf Yapersukma bertindak sebagai tuan rumah yang ikut menjemput Bupati dan rombongan serta Vikjen dan Vikep. Hal ini sangat beralasan sebab sejak lama, entah mulai kapan Yapersukma mengklaim bahwa SD Pasa adalah sekolah Katolik yang dikelola oleh Yapersukma hingga namanya jadi SD Katolik atau SDK.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN