Unika St. Paulus Ruteng Gemakan Literasi Kritis untuk Gen-Z

Seminar Ilmiah Tegaskan Peran Kampus dalam Membekali Lulusan Menghadapi Era Post-Truth dan Dunia Kerja Digital

Ia menegaskan bahwa generasi saat ini lebih banyak mengakses berita melalui media sosial daripada media konvensional. Situasi ini, menurutnya, menuntut sikap kritis yang tinggi.

“Kita dihadapkan pada dua pilihan: menjadi bagian dari masalah dengan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, atau memosisikan diri sebagai bagian dari solusi dengan berpikir kritis,” ujar Dr. Marselus.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar selalu menempatkan pikiran kritis sebagai benteng utama dalam menyaring informasi, apalagi di tengah kuatnya pengaruh media digital dan algoritma yang sering mendorong emosi, bukan nalar.

“Jari boleh cepat, tetapi otak harus lebih cepat. Itulah prinsip yang harus para lulusan Unika St. Paulus Ruteng miliki saat menghadapi dunia kerja,” tambahnya.

Unika Perkuat Peran Strategis dalam Mencetak Lulusan Tangguh dan Berkarakter

Melalui pelaksanaan orasi dan seminar ilmiah ini, Unika St. Paulus Ruteng kembali menunjukkan perannya sebagai agen transformasi intelektual dan sosial di Nusa Tenggara Timur, khususnya wilayah Manggarai dan sekitarnya.

Kampus tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membangun kesadaran moral, tanggung jawab sosial, dan mental inovatif pada generasi baru.

Kegiatan ini juga mengingatkan para wisudawan bahwa dunia kerja modern tidak lagi hanya menuntut keahlian teknis, tetapi juga integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menciptakan perubahan melalui inovasi sosial.

“Unika St. Paulus Ruteng terus membentuk lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin, berinovasi, dan mengabdi bagi masyarakat dengan semangat keadilan dan kemanusiaan,” tegas Dr. Antonius Nesi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel