“Gempa bukan hanya menimbulkan dampak fisik dan material. Sebagian mahasiswa dapat mengalami kecemasan, ketakutan, kesulitan tidur, mudah panik, atau tekanan psikologis lainnya,” jelas Romo Frans.
Konseling Online Beri Ruang Aman bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Melalui CTR, UNIKA Santu Paulus Ruteng menyediakan akses pendampingan yang gratis, privat, aman, dan mudah dijangkau. Model layanan online memungkinkan penyintas memperoleh bantuan tanpa harus datang langsung ke tempat layanan.

Romo Frans menegaskan bahwa mahasiswa maupun masyarakat yang mengalami tekanan psikologis tidak perlu merasa malu untuk mencari bantuan. Pendampingan dari tenaga profesional dapat membantu penyintas memahami respons dirinya setelah menghadapi situasi traumatis.

“Mahasiswa tidak harus menghadapi rasa takut dan tekanan psikologis sendirian,” tegasnya.
Layanan tersebut juga memperkuat langkah UNIKA Santu Paulus Ruteng melalui Posko Tanggap Darurat. Posko terus mendata kondisi mahasiswa dan keluarga yang terdampak, mulai dari kondisi kesehatan hingga kerusakan tempat tinggal dan kebutuhan dukungan psikososial.
Dengan demikian, kampus dapat melihat kebutuhan penyintas secara lebih menyeluruh. Bantuan material berjalan bersama dengan dukungan kesehatan dan pendampingan psikologis.
Solidaritas UNIKA dan SCU Hadir dalam Situasi Bencana
Kolaborasi UNIKA Santu Paulus Ruteng dan SCU memperlihatkan solidaritas antarperguruan tinggi dalam menghadapi situasi kemanusiaan. Kedua institusi memanfaatkan jejaring yang telah mereka bangun untuk menghadirkan layanan yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Bagi UNIKA Santu Paulus Ruteng, pemulihan pascagempa membutuhkan dukungan bersama. Penyintas membutuhkan rasa aman agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan kegiatan akademik secara lebih tenang.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












