Tetaplah Tenang Dari Hatimu Yang Kokoh

Perhatikanlah sedalamnya! Seberapa banyak kah energi batin positif yang tersedot sia-sia hanya karena kita berkamuflase untuk ‘tutupi apa yang senyatanya kurang dalam diri?’ Atau bahwa energi positif itu berubah jadi negatif ketika, -gagal dalam ketulusan mengakui kelebihan dan kemampuan sesama-, kita terperangkap dalam rasa tak suka, iri hati yang sekian mendengki.

Kita tak pernah ada dalam suasana rendah penuh malang dan kurang hanya karena mengira bahwa orang lain pasti selalu surplus. Tidak! Tetapi, sepantasnya mencermati bahwa apa yang kita miliki dalam bakat dan kemampuan dapat menjadi tanda kebanggaan dan sukacita untuk berbagi. ‘Kelebihan atau katakan saja keistimewaan yang kita miliki bukanlah modal dan ‘kesempatan’ demi keangkuhan diri yang menekan dan ‘merendahkan sesama.’ Tak usahlah……

Mari kita genggam penuh yakin kata-kata St Teresa dari Kalkuta, “Aku dapat melakukan sesuatu yang tak dapat engkau lakukan; sebaliknya engkau dapat melakukan apa yang tak sanggup aku lakukan. Tetapi, bersama-sama, kita dapat melakukan hal-hal yang besar.”

Untuk dapat ‘saling memberi dan melakukan bersama-sama’ kita mesti ‘kembali pada diri sendiri.’ Demi menggali apa-apa yang indah dan bermakna demi kehidupan yang lebih baik dan ceriah. Memang sepantasnya kita tak boleh risih dan resah atas kelebihan dan keistimewaan sesama. Dan tak boleh seterusnya nyinyir atas kekurangan atau ketidakhebatan sesama. Sebab, ia pasti miliki sesuatu ‘yang tak kita miliki.’

Marilah kita tenang dan kokoh di hati dan di jiwa kita yang paling dalam…

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel