Cepat, Lugas dan Berimbang

Tanam Bambu untuk Menjamin Ketersediaan Air

Puji Sumedi Hanggarawati, Manager Porgram Agroecosytem di Yayasan KEHATI menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sebab selama ini kami diberi ruang untuk beberapa kerja-kerja kami terkait pengembangan bambu dan pangan lokal bersama Yayasan Bambu Lestari dan Ayo Indonesia, tidak ada kata yang lain kecuali terima kasih, marilah kita sama – sama berkolaborasi. Kesatuan Pengelolaan Hutan ini adalah KPH yang pertama, sehingga ini merupakan pertaruhan kita besama. Ketika ini berhasil maka semua pihak, yaitu pemerintah daerah, Kementrian Pertanian, Private Sector, NGO dan kelompok Tani suka maju merasa pentingnya kerja kolaborasi. Harapan saya mari kita sama-sama, atau bareng – bareng apa yang bisa dilakukan bersama, mudah-mudahan kalau ini baik mari kita laksanakan karena sepakat bahwa dari konteks ekonomi, ekologi maupun sosial harus dipertahankan. Dan satu hal, mungkin ini cara kita untuk meninggalkan mata air bagi generasi mendatang dan bukan air mata.

Yansen Ngambut, selaku kepala desa di Rana Kolong, mengungkapkan dirinya menghargai kerja kolaborasi ini, sangat positif, dan sangat antusias untuk melaksanakannya guna melindungi Hutan Manus Mbengan yang luasnya 44 hektar.

Bambu

Sebelumnya, penanaman pohon dilaksanakan bersama Dinas Kehutanan sekitar tahun 2007 dengan kelompok tani hutan suka maju. Penanaman komoditi lain saat ini, seperti Pala, Kopi arabika, dan Cengkeh atas dukungan dari Pemerintah Daerah, UPT KPH Manggarai Timur, Bank Niaga, Yayasan KEHATI, Yayasan Ayo Indonesia, dan Yayasan Bambu Lestari diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari 21 Kepala Keluarga yang bergabung dalam program Perhutanan Sosial. Ke depan, Hutan Manus Mbengan ini menjadi kawasan Komoditi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN