Kumpulan kaum pemimpi atau tukang khayal akan hari-hari esok, umumnya, tak merasa beban untuk kembali bernarasi seputar ‘rencana akan dibuat ini dan itu’ yang digaungkan saban tahun. Namun, kenyataannya ‘belum jadi-jadi juga.’ Tentu, ada banyak alasan di balik semuanya. Tetapi, sepantasnya kita ‘mulai saja.’
Mari pulang lagi pada si Bijak bahwa tak ada waktu yang ideal. Walau dengan hal yang kecil dan sederhana, namun bahwa kita ‘telah memulainya.’ Sudah lumayan lah! Untuk itu, katanya, kita mesti tebal mental dan tak selalu kecut hati untuk hadapi risiko. Alam dunia selalu bentangkan risiko, dan manusia yang hidup dalam dunia pastilah ‘riskan’ dalam diri dan pada sikap atau tindakannya. Dan ada kah hal lain?
Atau, mesti kah terlihat bahwa semuanya tampak ‘lengkap, pasti dan bahkan sempurna’ untuk harus memulai? Dalam satu tindakan atau kegiatan, jelas tidak ada yang sempurna. Bahkan malah ‘bisa mendatangkan luka.’ Apa yang kita yakini telah ‘bertindak dan berbuat banyak’ kita bisa merasa bahwa pada akhirnya kita tiba di area yang datar dengan hasil yang kosong. Namun, bagaimanapun?
Yang mulia dan luar biasa adalah siapapun pernah berjuang untuk mulai. Yang luar biasa adalah siapapun tetap bertindak, walau dalam kalkulasi ekonomi tak datangkan keuntungan dan nampak sia-sia. Dan, yang telah berjuang dalam ‘memulai dan menjalankan’ patutlah dikagumi. Walau jika mesti alami hasil tak maksimal atau bahkan gagal.
Apapun tindakan, atau yang dilakukan atau kegiatan apa saja selalu penuh risiko. Namun luar biasanya bahwa kita tetap punya nyali, punya harapan, miliki kebesaran hati untuk bertindak. Di sisi lain, tidak kah ada sekian banyak hal yang tak pernah dimulai?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






