Cepat, Lugas dan Berimbang

Tahun Jubileum: Ajang Temu Berkah Antara Peziarah dan Pencopet?

Kembali kita ke kisah copet-copetan itu. Ada berita “Roma terkenal sebagai kota yang paling rawan pencopetan pada 2024 menurut studi 2024.” Di Tahun Yubileum ini para ‘wisatawan-peziarah diminta untuk waspada terhadap potensi kriminal seperti pencopetan itu.’ Yakinlah bahwa para pemandu wisata (guide) dari tanah air dan manca negara, punya pengetahuan yang OK. Demi jelaskan semua seluk beluk yang terkait dengan Roma dan Vatikan.

Alarm copet: ukuran cemas dan galau akan yang fana?

Tetapi tak mungkin tidak, “Anda semua diingatkan berulang-ulang untuk jaga barang-barang bawaan, dan bagaimana Anda sebaiknya kenal modus pencopetan-penipuan dan seterusnya.” Alarm seperti ini tentu membuat wisatawan dan para peziarah mesti ‘bagi sedikit perhatian.’

Sekiranya kecopetan atau kehilangan dokumen-dokumen penting, tentu ini yang bakal bikin pusing tujuh keliling. Namun, jika yang hilang atau kecopetan itu sedikit dari barang-barang berharga: uang atau sebentuk perhiasan, tentu rasa kesal tak disangkal. Apa rasa ini sungguh pudarkan dan senyapkan rasa sukacita bahwa telah ‘berziarah dalam pengharapan?’

Hitunglah bahwa itulah ‘derma kita buat si pencopet walau ia sendirilah yang mengambilnya dengan cara nakal.’ Tetapi, biarlah kita hibur diri sedikit, “Mungkikah kisah kecopetan ini juga mau mengukur daya kelekatan hati pada materi? Dan sejauh mana syair dari sebuah lagu sungguh jadi kekuatan, “Jangan cemas tentang makanan, pakaian atau pun hiasan. Iman, harapan serta bekerja serahkan semuanya pada Tuhan….”

Ziarah kita tak berhenti di sini…

Semoga, di kisah ini, tak sekian spiritualistik Injili untuk merenung kata-kata perintah Yesus, “Kumpulkan hartamu di surga…” (cf Mat 6:19-34). Atau pada alarm Tuhan yang sungguh menantang, “Karena di mana hartamu berada di situlah hatimu berada” (Mat 6:21).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN