Tahun Jubileum: Ajang Temu Berkah Antara Peziarah dan Pencopet?

RP Kons Beo, SVD

Saya juga genggam erat-erat tas-rangsel saya. Ke signora itu saya lirik sipit-sipit juga. Seolah-olah dia itu mau copet dari tas saya. Dalam hati saya hanya bilang begini, “Kau anggap saya pencopet, saya juga anggap kau pencopet ka.”

Tampaknya signora itu ‘paham’. Dan ia mulai tampak tersinggung berat. Dia menggerutu komat-kamit tidak jelas. Walau tak paham dia bicara apa, saya toh yakin dia marah-marah oleh ulah saya anggap dia itu pencopet. Apa ini balas dendam yang non injlii? Entahlah! Saya hanya jadi rasa lucu saja sekiranya teringat lagi kisah bus 95 itu…. Mari kita berselancar di kisah-kisah belakangan ini.

Wajah Roma yang dipoles-poles

O iya, hari-hari ini Roma jadi makin ramai. Dengan Bulla “Spes Non Confundit” (Roma 5:5) Tahun Jubileum 2025 diumumkan resmi oleh Paus Fransiskus. Tepatnya di Perayaan Hari Kenaikan Tuhan, Kamis 09 Mei 2024. Dan kota Roma pun pelan-pelan mulai berbenah fisik. Tak tanggung-tanggung, Pemerintahan Kota Roma sudah anggarkan Rp40,311 Triliun. Itupun, katanya, biaya bisa membuncit hingga kisaran Rp 69,35 Triliun demi rampungnya 358 proyek konstruksi.

Segala mesti ditata cantik. Dibuat menarik. Tamu-tamu spiritual mesti dibikin manja dalam kemasan Penziarahan Pengharapan. Paus Fransiskus dan petinggi Gereja yang dimandatkan telah membuka secara resmi Porta Santa (Pintu Suci) di Basilika St Petrus, Basilika Giovanni Lateran, Basilika Maria Maggiore dan Basilika St. Paulus di luar tembok.

Dan memang di hari-hari ini, para peziarah mulai berdatangan. Keempat Basilika itu, dengan Pintu Suci, tentu jadi ‘destinasi keharusan.’ Sudah ditargetkan oleh Dikasteri Evangelisasi – Takhta Suci bahwa sekitar 30 hingga 32 juta peziarah bakal lewati Roma-Vatikan sepanjang tahun 2025 ini.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel