Tag: Tawuran Pelajar di Ruteng

  • Ricuh, Siswa SMA dan SMK Widya Bakti Terlibat Bentrok

    Ruteng, infopertama.com – Siswa dua sekolah di Ruteng, Kabupaten Manggarai terlibat bentrok, Kamis (23/02/2023). Ratusan siswa dari SMA Widya Bhakti Ruteng saling lempar batu dengan teman-temannya dari SMK Widya Bakti pada acara Dies Natalis ke 42 Yayasan Swa Darma – Ruteng.

    Sumber infopertama.com di lapangan menjelaskan bahwa pada mulanya, situasinya aman-aman saja. Belakangan, ketika mulai acara bebas (joget bareng) mulai ada kericuhan.

    “Saya tidak tahu pasti apa sebabnya, tiba-tiba ada bunyi di seng.” Bebernya kepada media ini.

    Ia menambahkan, tidak mengetahui pasti siapa yang melempar batu ke tempat acara, apakah anak-anak ataukah pihak lain.

    Sementara itu, di lokasi terpantau pihak keamanan aparat TNI Polri sigap mengamankan situasi. Juga ada Camat Langke Rembong, Ndahur Emil.

    Kepada para siswa dari kedua Sekolah yang masih dalam satu yayasan itu, Camat Emil meminta agar tidak mengulangi perbuatan.

    bentrok
    wa Camat langke Rembong, sedang memberikan arahan kepada para siswa dari dua sekolah yang terlibat bentrok (infopertama.com)

    “Setelah ini pulang, jangan sampai saya dengar ada lagi kejadian (bentrok) antara kalian setelah kluar dari sini.” Tegas Camat Langke Rembong.

    Selain Camat Emil, Kepsek SMA Widya Bhakti Ruteng Nobertus Harum juga ikut meneguhkan para siswa kedua sekolah yang terlibat tawuran (bentrok).

    “Kalian semua anak-anak saya, kita berada di bawah naungan yayasan yang sama. Kita semua satu keluarga besar,” pungkas Kepsek Nobertus.

    Usai memberikan peneguhan, para siswa yang berkumpul di lapangan tengah SMA Widya Bhakti itu akhirnya berdamai. Sebelum pulang, mereka bersalaman tanda damai.

  • Tawuran Pelajar di Ruteng, Jefrin Haryanto: Mereka Butuh Panggung ‘Tuk Drama Yang Salah

    Tawuran Pelajar di Ruteng, Jefrin Haryanto: Mereka Butuh Panggung ‘Tuk Drama Yang Salah

    Ruteng, infopertama.com – Aksi tawuran antara pelajar di Ruteng bukan kali pertama terjadi. Baru-baru ini aksi tawuran terjadi lagi antara dua SMK di Ruteng.

    Sebabnya, soal postingan yang diduga dilakukan akun fake pada aplikasi Facebook yang mengaku sebagai siswa pada salah satu SMK di Ruteng.

    Konsultan dan Praktisi Psikologi pada Yayasan Mariamoe Peduli, Jefrin Harianto pun ikut merespon.

    Via gawainya, Sabtu, (05/12) Jefrin bahwa aksi tawuran para remaja, pasti terkait dengan gagalnya para remaja tersebut menyelesaikan tugas perkembangan dalam fase pencarian jati diri.

    Menurutnya, dalam fase perkembangan, kelompok anak remaja ini sedang berada dalam kebutuhan perkembangan eksploratif dengan kecerdasan emosi yang menggebu-gebu.

    “Kondisi remaja yang labil, membuat mereka menyukai tantangan. Dalam periode ini peran orang tua atau orang dewasa lain sangat dibutuhkan. Hal itu untuk membantu menyalurkan kebutuhan tersebut pada kanal yang positif,” beber alumni UGM itu.

    Ia melanjutkan, “Pola pengasuhan orang tua yang permisif menjadi penyumbang utama dari perilaku bermasalah para remaja ini. Dalam bahasa yang lebih vulgar saya menyampaikan bahwa anak-anak ini butuh perhatian. Untuk tidak mengatakan bahwa mereka tidak mendapat perhatian yang memadai,” bebernya.

    Sekarang anda bisa tanya secara random kepada orang tua. Apakah mereka mengenal dengan baik anaknya? Siapa teman anaknya? Apa aktivitasnya di luar? Apa isu yang jadi tema diskusi anaknya? Bagaimana pola komunikasi dalam peer groupnya? Bagaimana aktivitas media sosial anaknya?

    Dalam kasus tawuran di Ruteng, patut diduga bahwa kekerasan, agresivitas, adalah tema-tema yang sudah akrab dalam menu obrolan mereka tiap hari.

    “Dalam istilah saya ada ego yang butuh diberi makan tapi dengan cara yang salah. Butuh pengakuan, kebutuhan akan peran, butuh pujian, kebutuhan untuk ditepuk tangani adalah kebutuhan yang sedang mereka butuhkan hari ini. Mereka sedang butuh panggung pada pementasan drama yang salah,” cetus Jefrin.

    Laman: 1 2