Tawuran Pelajar di Ruteng, Jefrin Haryanto: Mereka Butuh Panggung ‘Tuk Drama Yang Salah

Usia Masuk SD
Jefrin Harianto, Konsultan dan Praktisi Psikologi pada Yayasan Mariamoe Peduli.

Ruteng, infopertama.com – Aksi tawuran antara pelajar di Ruteng bukan kali pertama terjadi. Baru-baru ini aksi tawuran terjadi lagi antara dua SMK di Ruteng.

Sebabnya, soal postingan yang diduga dilakukan akun fake pada aplikasi Facebook yang mengaku sebagai siswa pada salah satu SMK di Ruteng.

Konsultan dan Praktisi Psikologi pada Yayasan Mariamoe Peduli, Jefrin Harianto pun ikut merespon.

Via gawainya, Sabtu, (05/12) Jefrin bahwa aksi tawuran para remaja, pasti terkait dengan gagalnya para remaja tersebut menyelesaikan tugas perkembangan dalam fase pencarian jati diri.

Menurutnya, dalam fase perkembangan, kelompok anak remaja ini sedang berada dalam kebutuhan perkembangan eksploratif dengan kecerdasan emosi yang menggebu-gebu.

“Kondisi remaja yang labil, membuat mereka menyukai tantangan. Dalam periode ini peran orang tua atau orang dewasa lain sangat dibutuhkan. Hal itu untuk membantu menyalurkan kebutuhan tersebut pada kanal yang positif,” beber alumni UGM itu.

Ia melanjutkan, “Pola pengasuhan orang tua yang permisif menjadi penyumbang utama dari perilaku bermasalah para remaja ini. Dalam bahasa yang lebih vulgar saya menyampaikan bahwa anak-anak ini butuh perhatian. Untuk tidak mengatakan bahwa mereka tidak mendapat perhatian yang memadai,” bebernya.

Sekarang anda bisa tanya secara random kepada orang tua. Apakah mereka mengenal dengan baik anaknya? Siapa teman anaknya? Apa aktivitasnya di luar? Apa isu yang jadi tema diskusi anaknya? Bagaimana pola komunikasi dalam peer groupnya? Bagaimana aktivitas media sosial anaknya?

Dalam kasus tawuran di Ruteng, patut diduga bahwa kekerasan, agresivitas, adalah tema-tema yang sudah akrab dalam menu obrolan mereka tiap hari.

“Dalam istilah saya ada ego yang butuh diberi makan tapi dengan cara yang salah. Butuh pengakuan, kebutuhan akan peran, butuh pujian, kebutuhan untuk ditepuk tangani adalah kebutuhan yang sedang mereka butuhkan hari ini. Mereka sedang butuh panggung pada pementasan drama yang salah,” cetus Jefrin.

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV