Para pemangku kepentingan juga memiliki tanggung jawab besar: menyediakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, menata ruang dengan bijak, serta memastikan sungai tidak terus menjadi korban pembangunan yang tidak terkendali.
Rumah kita bersama sedang sedih. Mungkin juga marah.
Namun ia belum terlambat untuk disembuhkan.
Kita hanya perlu kembali belajar mencintai: membuang sampah pada tempatnya, menjaga aliran air tetap bersih, dan merawat alam dengan kesadaran, bukan keterpaksaan.
Karena pada akhirnya, sungai tidak benar-benar kehilangan ingatan.
Kitalah yang harus memutuskan untuk mengingat kembali.
Dan pertanyaan itu tetap menggantung:
apakah kita yang melupakan sungai—
atau sungai yang dipaksa melupakan kita?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







