Soal Kasus Dugaan Penganiayaan Daycare Yogyakarta, Begini Penjelasan Psikolog UST

Daycare

Di sinilah muncul kesenjangan antara persepsi dan realitas. Teori service quality gap menjelaskan bahwa perbedaan antara harapan dan kenyataan bisa terjadi ketika informasi yang diterima pelanggan tidak utuh.

Dalam kasus daycare, keterbatasan transparansi—seperti tidak adanya akses pemantauan langsung—membuat orang tua tidak memiliki gambaran penuh tentang apa yang dialami anak.

Lebih jauh, dari perspektif psikologi perkembangan, anak usia dini berada dalam fase pembentukan kelekatan (attachment). Mengacu pada teori kelekatan John Bowlby, hubungan yang aman dengan pengasuh akan membentuk rasa percaya terhadap dunia.

Sebaliknya, pengalaman negatif dapat menumbuhkan kecemasan, ketakutan, bahkan gangguan dalam relasi sosial di masa depan.

“Ketika anak mengalami perlakuan kasar di tempat penitipan, yang terganggu bukan hanya kenyamanan sesaat, tetapi juga fondasi psikologis jangka panjang.”

Di sisi lain, orang tua sebagai pengambil keputusan juga tidak lepas dari bias psikologis.

Ia menuturkan, konsep trust transfer menjelaskan bahwa kepercayaan sering kali dibangun dari kesan awal—misalnya rekomendasi orang lain, tampilan fasilitas, atau sikap ramah pengelola. Kepercayaan ini kemudian “ditransfer” menjadi keyakinan penuh, meskipun belum tentu didukung oleh bukti yang kuat.

Dalam situasi tertentu, muncul pula fenomena cognitive dissonance, di mana orang tua cenderung mengabaikan tanda-tanda kecil yang janggal karena tidak ingin mengakui bahwa pilihan mereka mungkin keliru. Ini bukan bentuk kelalaian, melainkan mekanisme psikologis untuk mengurangi kecemasan.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses