Bersama Santu Paulus kita telah melihat bahwa Bait Allah bukan saja perkara bangunan fisik. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus dengan indah menegaskan bahwa kita adalah bangunan Allah, bait Allah dan Roh Allah bersemayam dan berdiam di dalamnya.
Demikian juga yang Yesus maksudkan ketika Ia mengatakan hendak merombak Bait Allah dan dalam waktu tiga hari Dia akan mendirikannya kembali. Yesus sedang berbicara tentang DiriNya sendiri sebagai Bait Allah yang hidup, bukan sebuah bangunan mati.
Moment hari ini, mengajak kita untuk kembali melihat ke dalam hati kita, apakah kita sudah menjadikan diri kita sebagai Bait Allah yang kudus? Apakah kita sadar dan tahu bahwa tubuh kita yang hina dina ini adalah Bait Allah yang kudus, di mana Allah bersemayam di dalamnya? Kita adalah bait Allah yang hidup dan kudus. Murnikanlah selalu hati kita agar Allah dapat bersemayam di dalamnya. Dan juga, agar kita dapat memancarkan terang kebaikan dari dalam hati melalui tutur kata dan perbuatan kita.


Selain itu, ketika kita menyadari bahwa di dalam diri sesama juga ada itu Bait Allah, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikan sesama di dalam hidup kita, bertindak semena-mena terhadap sesama, mengejek sesama dan mengusir sesama dari kehidupan dan pergaulan kita
Marilah kita menyadari akan tubuh kita sebagai Bait Allah yang kudus agar kita tidak menyalahgunakan tubuh ini untuk kenikmatan duniawi melainkan kita menggunakan tubuh kita untuk memuliakan Tuhan.

Dio Vi Benedica
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












