Sendal Seribu, Hati yang Terarah kepada Allah

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Hati kita harus menjadi milik ALLAH. Hati kita harus kita tambatkan pada KASIH ALLAH agar di tengah kelemahan dan kerapuhan kita berusaha untuk tidak pernah mengesampingkan perintah ALLAH di dalam hidup kita. Kalau Hati ini sudah menjadi milik ALLAH sepenuhnya maka kita akan merawat persahabatan kita dengan ALLAH ini dan berusaha agar SABDA ALLAH yang kit abaca, renung dan hayati ini meresap dan berbuah dalam kehidupan kita setiap hari.

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Orang Farisi dalam bacaan Injil hari ini menitikberatkan pandangan mereka hanya pada apa yang tampak di luar. Dari bibir mereka seolah dekat dengan Allah tapi nyatanya hati mereka sangat jauh dari ALLAH. Kita pun kerap terperangkap dalam pola hidup seperti orang Farisi. Bibir kita lantunkan doa tapi hati menjadi tempat tinggal roh jahat, penuh dendam dan iri hati serta cemburu.

Marilah kita berdoa memohon rahmat dan cinta TUHAN agar kita memiliki hati yang tulus untuk mengasihi ALLAH dan sesama, sehingga dari hati yang tulus yang baluti dengan cinta kita menjalin persahabatan dengan ALLAH dan sesama dan itu menjadi nyata dalam tutur kata dan perbuatan kita setiap hari. Usaha ini memang tidak mudah, kerap kita jatuh dalam kelemahan dan kerapuhan. Tapi itu tidak berarti bahwa kita tidak mau berusaha untuk menjadikan bumi ini damai, sedamai hati kita yang telah mendapat sentuhan KASIH ALLAH.

Hati

Marilah kita berdoa:
YESUS, DOKTER JIWAKU, Engkau telah datang dan tinggal di antara kami memberikan kami kehidupan dan sukacita. Engkau tahu apa yang kami butuhkan dan perlukan. Engkau tahu bila raga kami tak mampu menahan setiap rasa sakit dan luka, Engkau datang menjamah kami dengan kasihMu. Beri aku rahmat dan cintaMu agar aku selalu mengandalkan Engkau di setiap langkah hidupku agar ketika aku dicekam kegelisahan dan penderitaan, kasihMu menopang aku, kini dan sepanjang segala masa, AMIN.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel