Sendal Seribu, Hati yang Terarah kepada Allah

Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’ Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: ‘Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,’ maka kamu membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya.

Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”
Demikianlah Sabda Tuhan

Hati yang Terarah kepada Allah!

“Oh Tuhanku, aku mengasihiMu; hatiku diciptakan untuk mengasihiMu” Santo Yohanes Maria Vianney

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
TUHAN senantiasa menawarkan KASIHNYA kepada kita. DIA ingin agar kita tinggal di dalam KASIHNYA, bersahabat denganNYA. Sebab, kita ini adalah ciptaan yang paling agung, ciptaan yang segambar dan secitra denganNYA.

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Tinggal bersama ALLAH itu berarti menjadikan HATI kita sebagai bait kudus bagi ALLAH untuk DIA bersemayam. ALLAH tinggal di dalam hati kita dan kita tinggal di dalam hati ALLAH. Dengan demikian, apa yang kita lakukan dan perbuat adalah apa yang lahir dari perjumpaan mesra kita dengan ALLAH di dalam hati kita.

Kita bertindak seturut apa yang menjadi kehendakNYA. Ini tidak mudah! Karena itu butuh kerelaan dan kesiapsediaan untuk senantiasa mengarahkan hati kita kepada ALLAH dalam Doa dan Ekaristi agar kita tidak terperangkap pada kecenderungan untuk menilai dan menghakimi sesama.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel